DITENGAH KONDISI DAMPAK CORONA, PETANI DI BANDUNG TETAP LAKSANAKAN PANEN PADI UNTUK KETAHANAN PANGAN

banner 160x600
banner 468x60
panen padi bandung

Suasana panen padi di Kabupaten Bandung

JAKARTANEWSon- Bandung, Ditengah kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran wabah virus corona yang berdampak ekonomi ke petani, panen padi tetap dilaksanakan dan dimulai di Bandung Jawa Barat,  sejumlah petani tetap menggelar panen padi demi menjaga ketahanan pangan. Para petani memanen padi di lahan garapannya di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2020). Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut total volume panen beras pada musim panen raya padi pertama bulan Maret-April 2020 akan mencapai 7 juta ton.

Sunarya salah seorang petani mengatakan, Volume produksi padi pada 2020 diprediksi tak banyak beranjak dari kinerja tahun lalu seiring dengan mundurnya masa tanam akibat kemarau panjang. panen padi baru terjadi pada Maret sampai April menyusul mundurnya masa penanaman pertama. Kemarau yang lebih panjang pada 2019 menyebabkan sebagian besar petani memilih menanam padi pada penghujung tahun seiring datangnya musim hujan," katanya.

Panen padi tahun 2020 tidak berbeda dengan tahun 2019, kalau nanti masuk musim kemaraunya normal. Jadi, kita perlu agak serius memikirkan masalah ketersediaan di tahun 2020, ada potensi panen membaik tahun ini dengan adanya curah hujan, kemungkinan lebih baik dari tahun 2019,” kata Sunarya.

"panen kemarin (Selasa 14 April 2020, red) bersamaan dengan acara panen raya padi secara serempak yang dilaksanakan melalui video converence dengan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Bapak KASAD, Jenderal Andika Perkasa yang secara langsung berkomunikasi dengan beberapa Kepala Daerah,"

Sunarya juga mengatakan, Jenis padi yang kami tanam adalah padi Varietas Inpari 32, hasilnya sangat memuaskan. Dari biasanya rata-rata provitas 7 ton perhektar gabah kering panen, saat ini dari ubinan kami mencapai 8,3 ton perhektar atau sekitar 7.25 ton gabah kering giling. Hasil ini meningkat dari tahun tahun sebelumnya," ungkapnya.

Menurut Sunarya, panen padi tahun ini diperkirakan akan berlangsung sampai bulan Mei ini diberbagai daerah di bandung. setelah itu Mei akan memasuki kemarau. Sebagian petani tak lagi menanam padi, tetapi palawija. Untuk itu dua komoditas akan bersaing untuk memperoleh lahan yakni padi dan jagung,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, produksi pangan Indonesia cukup kuat dan terkendali. Tahun ini, sebagian besar provinsi mengalami surplus produksi.

Untuk itu, Kementerian Pertanian mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi.
Salah satunya dengan mengalihkan komoditas dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit. Untuk saat ini, setidaknya ada 28 propinsi dalam kondisi terkendali.

“Tapi dua diantaranya, yaitu Kalimantan Utara dan Maluku perlu mendapat perhatian lebih agar produk pangan tetap merata di dua proinsi tersebut," ujar SYL.

Data stok dan perkiraan bahan pokok yang diterbitkan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan bahwa beberapa bahan pokok pangan periode April sampai Juni 2020 masih cukup dan aman. (Bahar)
 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 


 

 

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "DITENGAH KONDISI DAMPAK CORONA, PETANI DI BANDUNG TETAP LAKSANAKAN PANEN PADI UNTUK KETAHANAN PANGAN"