JAMUR ENOKI YANG TERCEMAR BAKTERI LISTERIA MULAI DITARIK PEREDARANNYA DI KOTA BANDUNG

banner 160x600
banner 468x60
jamur inoki 1

Jamur Enoki yang mengandung Bakteri Listeria

JAKARTANEWSon- Jamur enoki (Flamulina velutipes) merupakan salah satu jamur pangan (edible mushrooms) yang diproduksi Green Co Ltd, Korea Selatan dan dikenal bercitarasa lezat. Jamur ini populer sebagai campuran sayur pada makanan oriental seperti shabu-shabu, tempura atau sukiyaki.Kementerian pertanian telah melakukan langkah termasuk pemusnahan jamur enoki impor dari Korea Selatan yang beredar di pasaran.

Pantauan media ke Bandung Jawa Barat, Senin (6/7/2020) menemukan bahwa,Jamur enoki di beberapa pasar di kota Bandung Jawa Barat sudah ditarik peredarannya karena masyarakat takut menkomsumsi sejak adanya berita bahwa jamur enoki mengandung bakteri yang membahayakan kesehatan manusia.

Asep salah satu pedagang di pasar Bandung mengatakan, konsumen yang datang ke pasar ini sudah mengetahui kalau jamur enoki berbahaya jika di komomsumsi manusia. masyarakat di kota bandung sudah mengetahui bahaya jamur enoki lewat media televisi dan koran-koran jika di komsumsi akan keracunan," katanya.

Menurut Asep,peredaran jamur enoki saat ini sudah mulai ditarik di pasar-pasar di kota Bandung ini. Masyarakat yang datang ke pasar ini lebih banyak membeli jamur biasa untuk di komsumsi ataupun buat di jual lagi di warung nasi. Intinya masyarakat di kota bandung dan sekitarnya sudah paham betul bahaya jamur enoki bila dikomsumsi," tuturnya.

Kepala Badan karantina Pertanian Kementan, Ali Jamil beberapa waktu lalu menanggapi hal tersebut menjelaskan, Produk jamur enoki asal Korea Selatan telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan lantara terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan. Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, menyatakan, pengawasan telah dilakukan di pintu masuk dan dinyatakan negatif.

"Kita bekerja sesuai tindakan karantina. Kita lakukan pemeriksaan itu semua dengan sertifikat yang ada, dari Korea Selatan kita ada certificate of analysis," katanya.

Kabarantan Ali Jamil juga mengatakan, khusus untuk sertifikat bebas bakteri listeria, tidak termasuk dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 55 Tahun 2016 tentang Produk Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan berupa pelarangan terhadap produk tersebut.

Lebih lanjut, Ali menyampaikan  temuan jamur enoki mengandung bakteri listeria awalnya ditemukan dari hasil monitoring Badan Ketahanan Pangan (BKP). Sebab, pengawasan makanan di area post border merupakan kewenangan dari BKP. Informasi temuan bakteri listeria kemudian disampaikan kepada Barantan.

"Kami langsung melakukan monitoring di pemasukan Pelabuhan Tanjung Priok untuk (jamur enoki) yang berasal dari Korea Selatan. Hasilnya, negatif untuk listeria," kata Ali Jamil.

Menurut Kabarantan Ali Jamil, pihaknya sudah bekerja sesuai peraturan yang ada. Mengenai adanya temuan tersebut dan pengawasan produk pangan impor di pasar dalam negeri dilakukan oleh BKP dan akan dilakukan tindakan jika memang ditemukan indikasi kandungan yang membahayakan kesehatan.

Badan ketahanan pangan (BKP) Kementerian pertanian menyatakan dari hasil pengujian laboratorium, terdapat sampel jamur enoki impor dari Korea Selatan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Pengujian telah dilakukan di laboratorium PT Sarawati Indo Genetech pada 21 April 2020 dan 26 Mei 2020.

Indonesia telah mendapatkan informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO pada 15 April 2020. Informasi tersebut terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

Pada kesempatan yang lalu Kepala Badan ketahanan pangan (BKP) Kementerian pertanian, Agung Hendriyadi mengatakan, jamur enoki yang diproduksi Green Co Ltd, Korea Selatan, sudah tidak lagi beredar di Indonesia.

Dalam keterangannya, Agung mengatakan BKP telah mendapatkan laporan dari Otoritas Kompeten Keamanan pangan di daerah bahwa jamur enoki asal Korea Selatan sudah tidak ada lagi di pasaran.

"Saya sudah mendapat berita dari teman-teman Otoritas Kompeten Keamanan Pangan di daerah, seperti Jambi, Kalimantan Barat, Ternate juga ada, di Jakarta dan bandung juga beberapa daerah yang lain mereka mengatakan bahwa jamur enoki asal Korea Selatan sudah tidak ada di pasaran," kata Agung.

Agung mengatakan, kementan melalui Badan Karantina Pertanian telah meningkatkan pengawasan terhadap peredaran jamur enoki asal Korea Selatan.

"Artinya langkah yang kementan lakukan sudah ditindaklanjuti kawan-kawan di daerah. Disamping itu, Kementan lewat Badan Karantina Pertanian akan melakukan peningkatan pengawasan pangan khususnya untuk jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan," tegasnya. (Bahar)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "JAMUR ENOKI YANG TERCEMAR BAKTERI LISTERIA MULAI DITARIK PEREDARANNYA DI KOTA BANDUNG"