KARANTINA PERTANIAN GORONTALO LEPAS EKSPOR TETES TEBU KE FILIPINA SENILAI Rp 26,9 MILIAR

banner 160x600
banner 468x60
Jpeg

drh. Sriyanto, Ph.D ,Kabalai Besar Uji Standar Karantina Pertanian,yang mewakili Mentan baru Syahrul Yasin Limpo (SYL) Kabarantan(ujung kanan), drh. Indra Dewa, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. (ujung kiri) Dr. Ir. Darda Daraba M.Si , Sekda Provinsi Gorontalo saat melepas ekspor tetes Tebu ke Pilipina. Kamis (24/10/2019) (Foto Bahar By Jakarta News)

JAKARTANEWSon- Gorontalo, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kawal tetes tebu sekaligus melepas eksor ( _cane molasses_ ) jadi produk dari sektor perkebunan asal Gorontalo untuk diekspor ke mancanegara negara tujuan Filipina dan Vietnam. Komoditas tetes tebu termasuk produk medium risk yang mensyaratkan _Phytosanitary Certificate_ atau PC kepada negara tujuan.

"Sertifikasi Kesehatan Tumbuhan atau PC yang kami keluarkan setelah melalui rangkaian tindakan pemeriksaan karantina. Kami kawal hingga komoditas ekspor Gorontalo diterima di negara tujuan," ujar Sriyanto yang mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian saat lakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Laut Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo (24/10/2019).

Dari data sistem otomasi Karantina Pertanian, IQFAST mencatat tren ekspor tetes tebu meningkat dua kali lipat atau sebesar 128%. Ini terbukti dengan jumlah volume ekspor pada periode Januari hingga Oktober 2019 tercatat 27,4 ribu ton atau senilai Rp 46,1 miliar tujuan Vietnam dan Filipina. Sedangkan pada periode 2018 sebanyak 12 ribu ton atau setara dengan Rp 26,9 miliar diekspor tujuan Vietnam.

Dikatakan Sriyanto, hari ini tetes tebu disertifikasi sebanyak 16 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 26,9 miliar diekspor ke Filipina. “Tren ekspor tetes tebu ini jelas meningkat, selain jumlah pengiriman maupun volume pengirimannya, negara tujuan ekspor tetes tebu juga bertambah,” terang Sriyanto.

foto bahar 2

drh. Indra Dewa – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo
saat acara pelepasan ekspor Tetes tebu ke negara Pilipina

Tetes tebu merupakan hasil samping pabrik gula yang sudah tidak dapat dikristalkan lagi. Tetes tebu merupakan limbah pabrik gula yang mempunyai manfaat sebagai bahan baku (molasses) di negara tujuan. Menurut Sriyanto, selain tetes tebu juga diekspor tepung kelapa ( _dessicated coconut_ ) tujuan Inggris dengan volume 25 ton atau setara dengan Rp 490 juta.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Karantina Pertanian Gorontalo, Indra Dewa mengatakan, sebagai unit kerja di bawah Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, jajaran kerja Karantina Pertanian Gorontalo melakukan pengawalan terhadap kesehatan dan keamanan komoditas sesuai persyaratan negara tujuan ekspor.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian untuk mendorong ekspor. Adalah program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa) merupakan program untuk menggenjot ekspor produk pertanian dalam pemenuhan persyaratan SPS negara tujuan. Barantan juga telah lakukan berbagai terobosan maupun inovas," kata pria asal Sulsel ini, Indra Dewa. Kabalai Karantina Pertanian kementan Gorontalo.

“Kami terus berupaya lakukan berbagai terobosan, melalui Karantina Pertanian Gorontalo inovasi  SICERMAT diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh layanan karantina,” kata Indra Dewa.

Pada acara yang sama Sekda Provinsi Gorontalo yang mewakili Gubernur Gorontalo Dr. Ir.Darda Daraba M.Si menambahkan,ektor pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi perekonomian Provinsi Gorontalo. kelapa dan tebu serta jagung merupakan sektor unggulan Provinsi Gorontalo. pada acara pagi ini kita melepas tetes tebu ke negara Pilipina sebanyak 16 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 26,9 miliar diekspor ke Filipina. (Bahar)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KARANTINA PERTANIAN GORONTALO LEPAS EKSPOR TETES TEBU KE FILIPINA SENILAI Rp 26,9 MILIAR"