KEMENTAN DUKUNG PEMDA KABUPATEN GOWA TANAM AKAR WANGI UNTUK PENCEGAHAN EROSI DAN LONGSOR

banner 160x600
banner 468x60

IMG-20200217-WA0079

JAKARTANEWSon- Gowa, Presiden Jokowi saat acara pembukaan Rakernas BNPB awal Februari 2020 menginstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah untuk menanam akar wangi sebagai upaya pencegahan erosi dan longsor. Instruksi ini langsung ditindak lanjuti oleh Bupati Gowa Adnan P. Ichsan dengan mencanangkan penanaman akar wangi serentak di seluruh wilayah Kabupaten. Ide tersebut muncul karena pada akhir Januari 2019 terjadi bencana banjir besar dan tanah longsor di Kabupaten Gowa yang menyebabkan terjadinya korban jiwa yang cukup besar. Untuk mewujudkan idenya tersebut, Bupati Adnan menggandeng Kementan yang dalam hal ini Balitbangtan untuk menyiapkan benih unggul akar wangi dari VUB yang sudah dilepas.

Acara penanaman serentak akar wangi di lereng gunung dan bukit di Kabupaten Gowa Sulsel yang di pimpin lansung oleh Bupati Gowa, Adnan, Selasa (18/2/2020) diikuti oleh 22.000 peserta terdiri dari aparat pemerintah daerah, TNI, Kepolisian, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, siswa dan berbagai komponen masyarakat lainnya. Adapun penanaman ini dilakukan di 11 Kecamatan, 71 desa yang memiliki wilayah rawan longsor karena topografinya yang memiliki lereng yang cukup curam. Adapun benih yng disiapkan ada 180 ribu benih dimana 30 ribu diantaranya disiapkan oleh Balitbangtan. Selain dukungan benih, Balitbangtan juga menyelenggarakan bimbingan teknis bagi para Kepala Desa, Koramil, Kapolsek, Penyuluh tentang pengetahuan akar wangi.

Acara tanam serentak dipimpin langsung oleh Bupati Gowa beserta Ketua Penggerak PKK Kab Gowa serta Muspida Kabupaten Gowa. Hadir mewakili Balitbangtan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Evi Savitri Iriani. Dalam sambutannya, Bupati Gowa mengharapkan agar dengan penanaman akar wangi, maka tebing-tebing yang banyak terdapat di wilayahnya bisa terjaga dan tidak terjadi longsor. Nantinya penanaman akar wangi akar diatur sesuai dengan tingkat kemiringan lereng. Untuk Kawasan yang kemiringan masih <300 maka akan tetap diperbolehkan menanam tanaman palawija atau tanaman bernilai ekonomi diantara deretan akar wangi yang ditanam rapat membentuk pagar.

Dr. Evi Savitri dalam keterangannya menjelaskan bahwa Akar wangi yang ditanam di Gowa adalah Varietas Unggul Baru (VUB) Verina 2 yg sebenarnya memiliki kandungan atsiri cukup tinggi 1,5% dg kadar vetiverol 55,48%. “Tetapi dibanding VUB Verina 1, Verina 2 memiliki akar yang lebih kokoh dan panjang, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi. Akar wangi memiliki banyak akar serabut selain akar tunjang yg menghujam ke dalam tanah. Akar serabutnya bila ditanam rapat akan menahan erosi tanah di permukaan sedang akar tunjangnya akan menghujam seperti tiang beton di dalam tanah untuk mencegah terjadinya longsor”, urai Dr. Evi lebih lanjut.

Acara tanam massal yang dilakukan di tengah hujan deras di tepi bendungan Bili bili juga mendapat apresiasi dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang memberikan penghargaan rekor terbanyak penanaman akar wangi serentak di Indonesia maupun di dunia. Penghargaan juga diberikan kepada Buati sebagai penggagas rekor tersebut. Semoga dengan penghargaan ini dapat memacu masyarakat Gowa untuk mau lebih cinta kepada lingkungan sekitarnya antara lain dengan tidak menebang pohon sembarangan, tidak membakar hutan, tidak mengalih fungsikan lahan konservasi serta ikut aktif dalam upaya pencegahan erosi dan longsor melalui penanaman akar wangi.  (Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KEMENTAN DUKUNG PEMDA KABUPATEN GOWA TANAM AKAR WANGI UNTUK PENCEGAHAN EROSI DAN LONGSOR"