KEMENTAN GENJOT EKSPOR KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN SULTRA

banner 160x600
banner 468x60
bau2

Kabarantan Ali Jamil, saat ekspor produk pertanian di sulawesi Tenggara. (*)

JAKARTANEWSon- Sultra, Kementerian Pertanian RI melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mendorong peningkatan sektor ekspor komoditi pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Keseriusan Pemerintah Pusat ini salah satunya ditempuh melalui penandatanganan komitmen jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sultra, dalam rangkaian acara Executive Meeting Koordinasi Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Wilayah Kepulauan Sulawesi Tenggara, di Aula Hotel Rajawali Sultra.

Langkah strategis Kementerian Pertanian ini relevan dengan kiat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, dalam menargetkan pengembangan Tepung Kelapa atau Descoated Coconut, yang dikembangkan sejak tahun 2018, dan telah diekspor ke Dubai, serta mulai diminati pasar global.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Ali Jamil, di Sulawesi Tenggara , Kamis (20/6/2019) mengatakan, sesuai kebijakan operasional dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 50 tahun 2012,
pembangunan Pertanian adalah melalui pendekatan kawasan, kebijakan yang merupakan upaya reorientasi manajemen pembangunan, dari kawasan sentra produksi yang segregatif, menjadi kerjasama jaringan kelembagaan antar wilayah, dengan komoditas pertanian unggulan menjadi perekatnya.

Kabarantan Ali Jamil juga mengungkapkan, ekspor yang berpotensi tinggi di Sultra, masih melalui jalur Surabaya. Melalui pendekatan kawasan, diharapkan daya saing wilayah untuk ekspor langsung dan pengembangan komoditas pertanian unggulan dapat dirancang dengan lebih optimal. Menurutnya, Sultra wajib ekspor tanpa melalui transit Makassar dan Surabaya.

“Ini pesan kami kepada pelaku usaha, pahami aturan kepabeanan dan karantina sebagai trade tools di perdagangan global. Tanyakan pada Bea Cukai dan Karantina Pertanian di seluruh Indonesia, kami menggelar program Agro Gemilang, kami siap membantu tumbuhnya eksportir muda untuk menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia,” tegas Ali Jamil optimis.

Badan Karantina Kementerian Pertanian (Barantan) melakukan pelepasan ekspor 2 komoditas produk pertanian, dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai persyaratan negara ekspor. Masing-masing, Kakao Butter sebanyak 60 ton, setara dengan 4,3 Milyar ke Belanda, dan melepas pengiriman Tepung Kelapa sebanyak 78 ton setara dengan 1,5 Milyar tujuan Dubai, yang masih melalui pelabuhan ekspor di Surabaya.

Kepala Karantina Pertanian Kendari LM Mastari menyebutkan, data eksportasi komoditas pertanian dari sistem otomasi perkarantinaan IQFAST, saat ini komoditas yang dapat diekspor langsung adalah Kakao dalam bentuk setengah jadi, yakni Tepung, Cacao Butter. Pada 2018, produk milik PT Kalla ini telah diekspor sebanyak 360 ton ke Belanda, dan trend meningkat, sampai dengan Juni 2019 telah mencapai 240 ton, dengan tujuan ekspor Belanda dan Jerman.

Sementara lanjut Mastari, komoditas unggulan lain yang diekspor tidak langsung, namun melalui Makassar dan Surabaya selama tahun 2018 diantaranya, Kopra dengan total 45.049, 8 ton/tahun, Kakao total 4.567,2 ton/tahun, Kacang Mete Mede sebanyak 7.851 ton/tahun, Jagung sebanyak 3.957,6 ton/tahun, dan Cengkeh: 3.043,9 ton/tahun.

Karantina Pertanian Kendari mencatat, asal komoditas unggulan wilayah Kepulauan Sultra berasal dari 1 Kota, dan 8 Kabupaten, masing-masing, Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Buton Utara dan Konawe Kepulauan. Dengan potensi produk dan wilayah yang besar, diharapkan kedepan, Pelabuhan Murhum di Kota Baubau dapat menjadi pelabuhan ekspor.

Ditempat yang sama, Pj Sekretaris Derah Prov Sultra La Ode Mustari mengajak para pelaku agribisnis di kawasan Kepulauan Sultra untuk terus berinovasi dan berinvestasi.

“Sumber daya alam kita sangat banyak, mari kita kelola bersama agar dapat memenuhi pasokan nasional, dan juga memiliki daya saing di pasar ekspor, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, katanya.

Hadir dalam acara ini, Sekretaris Ditjenbun, Kepala Kanwil Bea Cukai Makassar, Wali Kota Baubau, Wakapolres Baubau, Dandim 1413/Buton, Sekretaris Daerah 8 Kabupaten di Sultra, dan perwakilan instansi terkait lainnya.  (*/Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KEMENTAN GENJOT EKSPOR KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN SULTRA"