MENTAN SYAHRUL MINTA PELAKU KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI DITANGKAP OLEH POLISI

banner 160x600
banner 468x60
ekspor kentang
JAKARTANEWSon- Bandung, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai perangkat kerjanya terus melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan yang kian memprihatinkan. Pencegahan dilakukan terutama untuk mengurangi beban dan masalah baru bagi sektor pertanian ke depan.

Mentan Syahrul juga mengungkapkan, bahwa lahan merupakan faktor produksi pertanian yang utama untuk mewujudkan ketahanan pangan secara nasional," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada kunjungan kerjanya di Jawa  Barat melakukan ekspor kentang ke negara Singapura program ekspor Badan Karantina Pertanian yang rutin dilakukan di berbagai daerah di Indonesian, sekaligus didampingi Kabadan Karantina Pertanian Ali Jamil.

Secara filosofis, lanjut Syahrul, lahan pertanian memiliki peran dan fungsi sentral bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang bercorak agraris. Lahan pertanian memiliki nilai ekonomis, juga nilai sosial dan religius.

"Untuk itu kita perlu mengekstensifikasi pembukaan lahan baru yang diperuntukan khusus pada tanaman pangan secara permanen. Saya juga minta kepada penegak hukum Kepolisian (Bapak Kapolres) untuk menangkap mereka yang membuatkan lahan pertanian menjadi non pertanian," kata Mentan Syahrul di Pangalengan, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020).

Secara hukum kata Mentan Syahrul, pengalihfungsian lahan pertanian sudah diatur dalam kitab Undang-undang 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Tidak main-main, aturan ini mengancam siapa aja yang secara tidak langsung melakukan alih fungsi lahan.

"Asal tau saja kata Komandan sapaan akrab mentan Syahrul, undang-undang ini masuk ranah tindak pidana dengan ancaman kurungan selama lima tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp5 miliar.

Syahrul mengatakan, praktek pengalihfungsian lahan sangat merugikan pemerintah dan petani yang kini tengah memiliki semangat bercocok tanam. Lebih dari itu, perilaku tersebut juga dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam.

"Jika ada lahan pertanian yang rusak akibat banjir atau bencana alam lainnya, pemerintah akan memberikan bibit-bibit pertanian untuk dilakukan penanaman kembali. Untuk itu, saya mengingatkan kembali bahwa dalam pengembangan sektor pertanian itu di dalamnya juga ada masyarakat dan pengusaha. Mereka harus saling membantu untuk mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia," tegas Syahrul mantan Gubernur Sulsel ini. (Bahar)
    

 

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "MENTAN SYAHRUL MINTA PELAKU KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI DITANGKAP OLEH POLISI"