PASCA PEREDARAN DAGING BABI DI BANDUNG, BADAN KARANTINA PERTANIAN KEMENTAN PERKUAT PENGAWASAN

banner 160x600
banner 468x60

daging b2

JAKARTANEWSon- Bandung, Pasca peredaran daging celeng atau daging babi yang marak di bandung Jawa Barat, Badan karantina Peertanian Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak utamanya dinas terkait yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan menjual pangan asal hewan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta saat diminta menanggapi terkait pemberitaan beredarnya daging celeng di Kabupaten Bandung.

“Kita harapkan pengawasan keamanan produk hewan jelang hari raya ini dilakukan dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi bersama aparat penegakan hukum. Sebab dalam waktu yang sama masyarakat dihadapkan dengan bencana global Pandemi Covid-19," kata Ketut.

Menurut Ketut, kebutuhan pangan asal hewan di masyarakat  perlu terus dijaga, mengingat masyarakat butuh sumber protein untuk menjaga stamina dan kebutuhan daya tahan tubuh. Kami juga berharap masyarakat aktif berperan mengawasi dan melaporkan setiap adanya penyimpangan peredaran pangan asal hewan di lapangan,” tambah Ketut.

Ketut juga mengungkapkan, terkait temuan peredaran daging babi yang dipalsukan dan dijual sebagai daging sapi di Kota Bandung, Ketut menyampaikan bahwa proses hukumnya sudah berjalan. Saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan Ditreskrim Polresta Bandung.

Kunjungan wartawan ke Bandung terkait adanya peredaran daging babi yang disamarkan menjadi daging sapi, Rabu, (10/6/2020) menyimpulkan bahwa, peredaran daging celeng atau daging babi beredar di bandung, Sebanyak 63 ton (63.000 Kg) daging babi yang disamarkan menjadi daging sapi dengan menggunakan boraks selama satu tahun terakhir. Hal itu terungkap saat pihak kepolisian dari Polresta Bandung menangkap empat pelakunya beberapa hari lalu.

Para pedagang daging sapi asli Pasar Tradisional meminta instansi terkait yaitu Perdagangan, Peternakan, Karantina Hewan pertanian bisa menyakinkan masyarakat daging yang dijual di Pasar Majalaya dan Pasar Baleendah bukan daging babi.

Menurut salah seorang internal Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung Provinsi Jawa Barat dalam penjelasannya mengatakan, daging babi sebelum sampai ke tangan komsumen itu melalui pengujian dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKK) dari hasil pengujian dan ceck point antar Provinsi sehingga tidak mungkin dioplos dan juga sistem penelusuran, tujuan daging tersebut kemana, dari produsen ke distributor kemudian agen dan kios, semua terdata terpantau, dan ada pengawasan bersama.

Selain itu, daging babi juga telah melalui pengujian dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) dan Balai Pengujian Mutu Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) sehingga daging babi domestik tersebut dapat benar dipastikan bukan daging celeng dan kewenangan lalu lintas untuk darat antar lintas Provinsi menggunakan mobil ada di dinas Provinsi dan Kabupaten selaku otoritas veteriner Daerah. (Bahar)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "PASCA PEREDARAN DAGING BABI DI BANDUNG, BADAN KARANTINA PERTANIAN KEMENTAN PERKUAT PENGAWASAN"