PERTANAMAN DAN PRODUKSI JAGUNG DI SULSEL MENINGKAT, MENDUDUKI POSISI KE 2 SECARA NASIONAL

banner 160x600
banner 468x60

Screenshot_2018-05-04-10-48-51_1

JAKARTANEWSon- Makassar, Adanya bantuan benih jagung dari Ditjen Tanaman pangan kementan, tentu akan semakin meningkatkan nilai produksi jagung di Sulsel, apalagi setiap tahun kebutuhan benih di Sulsel mencukupi. Demikian kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Nurfitriani, beberapa waktu lalu kepada Media di Makassar Sulsel.

Ia juga menjelaskan, total lahan tanam jagung di Sulsel seluas 450.000 hektare. Pada 2018 lalu produksi jagung Sulsel 2,3 juta ton. Angka tersebut melebihi target produksi yakni 2,1 juta ton. Produksi jagung Sulsel bahkan menduduki posisi tertinggi kedua secara nasional," jelas ibu Fitri sapaan akrab kadis Pertanian Makassar ini.

"Produksi jagung Sulsel ditunjang dengan teknologi dan infrastruktur yang memadai. Kita punya alat yang mampu mendeteksi bagus tidaknya kualitas jagung kita," kata Fitriani.

Menurut  Fitriani Di tahun 2019 ini pihaknya belum mematok target produksi jagung. Kendati demikian, ia optimistis produksi jagung bisa melebihi capaian pada tahun sebelumnya. Apalagi dengan adanya suntikan 900 ton benih jagung yang akan ditanam di atas lahan seluas 60.000 hektare.

Dalam tiga tahun terakhir, sasaran tanam jagung di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2016-2018 berturut-turut,  seluas 412.621 hektare (ha), 416.026 ha dan 417.154 ha tahun 2018. Meningkatnya sasaran tanam tersebut, tentunya menyebabkan kebutuhan benih jagung hibrida juga semakin meningkat.

"Namun demikian, penyediaan benihnya sebagian besar masih didatangkan dari luar provinsi. Berawal dari kondisi tersebut untuk memenuhi kebutuhan benih jagung hibrida yang meningkat setiap tahun, Gubernur Sulawesi Selatan mencanangkan 'Sulawesi Selatan menjadi Provinsi Mandiri Benih Jagung Hibrida," tutur Fitriani.
 
Lebih lanjut Fitriani menjelaskan, harapanya ke depan agar penangkar benih di Sulawesi Selatan bisa membuat benih sendiri dan dapat memenuhi kebutuhan insitu. Selain itu mempunyai nilai tambah, menghemat biaya produksi berupa benih serta membentuk kelembagaan korporasi tani dalam usahataninya.

“Kami ingin Sulawesi Selatan bisa memenuhi kebutuhan benih wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Sulawesi Tenggara, bahkan bisa ekspor ke luar Indonesia untuk menambah devisa Negara," ujarnya.

Pengamat Pertanian dan Hortikultura Kota makassar Sulsel, Arifin Daeng Ngila saat diwawancara dengan Media Jakarta News, Jumat (8/11/2019) menambahkan, pertanaman jagung dan bantuan pemerintah dalam hal ini Ditjen tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI ke petani jagung sudah berjalan baik di daerah ini, pasalnya produksi dan pertanaman jagung diberbagai Kabupaten di Makassar Sulsel mengalami peningkatan produksi jagung nya.

Ia juga menjelaskan, Kementan berkomitmen untuk memberikan bantuan fasilitas sarana produksi berupa benih tetua, pupuk, pestisida, insektisida, dan bantuan herbisida kepada poktan/gapoktan. Dari dana yang ada di APBD Makassar pun mendukung untuk kegiatan ini. Dengan demikian masyarakat petani jagung khususnya sangat terbantu dengan adanya bantuan-bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian pertanian," jelas Pengamat Pertanian dan Hortikultura Kota makassar Sulsel, Arifin Daeng Ngila.

Menurut Pengamat Pertanian dan Hortikultura Kota makassar Sulsel, Arifin Daeng Ngila, dalam waktu dekat Menteri pertanian yang baru Syahrul Yasin Limpo informasinya akan berkunjung ke kabupaten Jeneponto untuk panen jagung sekaligus tanam jagung didaerah lumbung jagung di sulsel ini.  (Bahar)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "PERTANAMAN DAN PRODUKSI JAGUNG DI SULSEL MENINGKAT, MENDUDUKI POSISI KE 2 SECARA NASIONAL"