PETANI DI TASIKMALAYA MENYAMBUT BAIK PROGRAM KUR DARI PEMERINTAH

banner 160x600
banner 468x60
bhr 2

Petani Majalengka saat panen padi dan meras gembira dengan adanya program KUR dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian RI

JAKARTANEWSon- Tasikmalaya, Sejumlah petani di Tasikmalaya Jawa Barat menyambut baik adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikelola pemerintah dan dikawal melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Mereka menilai, program tersebut sangat membantu masa depan usaha dan bertani petani, terutama pada penguatan ekspor. Demikian disampaikan pak Asep salah seorang petani di Kecamatan Cipedas Kabupaten Tasikmalaya saat diwawancara media, Rabu (22/4/2020).

Menurut Asep, terus terang kami bahagia dengan adanya program KUR, tentu program ini yang menjadi harapan kami selama ini. Kami punya harapan dan mimpi bahwa kami disejahterakan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan terutama soal pengaturan harga agar nasib kami para petani lebih baik lagi kedepan.

Pada wawancara ditempat yang sama, Supriatna salah seorang petani juga mengatakan, program KUR merupakan program yang diharapkan rakyat sebagai akses utama dan fasilitas pengembangan usaha tani. Namun, disIsi lain, dia berharap pemerintah mempercepat penyalurannya dan mensosialisasikan ke para petani agar semua petani dapat merasakan manfaat KUR dari pemerintan ini," katanya.

Supriyatna juga berharap adanya sistem perbaikan pada sisi hilirisasi produksi komoditas sayur mayur seperti tomat dan cabai dan hasil pertanian di tasikmalaya lainnya untuk segera ada pembenahan agar produksi para petani bisa lebih meningkat lagi hasilnya.

Menanggapi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini sudah berjalan diberbagai daeran, Mentan Syahrul Yasin Limpo bebrapa waktu lalu mengatakan, terima kasih atas dukungan petani dan pengusaha terhadap program di Kementan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

Mentan SYL sapaan akrabnya mengatakan, KUR adalah upaya pemerintah dalam menyejahterakan petani, serta untuk membangun pertanian yang maju dan modern.“Kementan sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar Rp 50 triliun, yang tersebar di tiga bank. Yakni di BNI Rp 20 triliun, BRI Rp 10 triliun dan Bank Mandiri Rp 20 triliun,” katanya.

Mentan SYL juga minta agar petani bisa memanfaatkan KUR, dengan harapan pertanian yang diolahnya lebih maju dan bisa memberikan keuntungan lebih baik.“Apalagi Presiden sudah meminta agar produksi pangan ditingkatkan, untuk mencukupi kebutuhan 267 juta jiwa rakyat Indonesia,” tandasnya.

Mentan SYL juga menyinggung Skema pembiayaan KUR 2020 melalui Bank BNI, BRI dan Mandiri, untuk sub sektor perkebunan dialokasikan Rp. 20,37 triliun. Dari jumlah itu, KUR komoditas kopi ditargetkan sebesar Rp. 3,96 triliun pada kegiatan hulu dan Rp. 60 milyar pada kegiatan hilir. (Bahar)

 
Ditempat terpisah lainnya, petani mulai  panen raya padi di Kabupaten Majalengka Jawa Barat

Menurut perkiraan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa masa panen raya akan berlangsung sekitar bulan Maret-April 2020. Salah satunya adalah panen raya pada komoditas padi yang rata-rata hampir serentak di seluruh kabupaten di Indonesia. Pada masa panen raya ini, petani harus dipastikan memperoleh harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya.

Berdasarkan pantauan di lapangan oleh media, saat ini  di salah satu sentra penghasil padi di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat sedang menggelar panen raya. Panen digelar pada hamparan lebih dari 10.000 hektar tanaman padi tepatnya di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Di kawasan sentra produksi padi ini mayoritas petaninya menanam padi varietas Inpari 32 dan Inpari 33 dengan produktivitas mencapai 6,5 – 7,2 t/ha gabah kering panen. Hasil produktivitas tersebut lebih tinggi dari varietas yang biasa ditanam sebelumnya, sehingga kedua varietas tersebut menjadi primadona.

Ungkap Rofi Afrianto salah seorang tokoh masyarakat di Kertajati di Kabupaten Majalengka Jawa Barat,  Kamis  (23/4/2020).  Ia juga berprofesi sebagai petani menyampaikan bahwa mayoritas petani menyukai varietas Inpari 32 dan Inpari 33 karena produktivitas tinggi. Untuk sistem tanam petani di Kertajati sudah terbiasa dengan model tanam jajar legowo sejak 2 tahun yang lalu.

“Inpari 32 dan Inpari 33 paling banyak ditanam pada musim kali ini, mereka merasakan langsung adanya kenaikan produktivitas dibanding dengan varietas lainnya yang pernah ditanam pada musim-musim sebelumnya” ujar Rofi.

Lebih lanjut Rofi menyampaikan bahwa petaninya sangat membutuhkan combine hasverter untuk panen karena sekitar 10 hari ke depan merupakan puncak panen raya. Selama ini cara panen padi masih dilakukan secara tradisional atau biasa disebut digebot untuk merontokkan gabah dan hanya ada beberapa petani yang mengunakan threser.

“berharap ada bantuan mesin combine harvester dari pemerintah untuk menyingkat waktu panen serta mengurangi biaya panen” ujarnya

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Jufry, yang dihubungi via telepon menyampaikan bahwa secara nasional luas areal yang ditanami padi Varietas Inpari 32 dan Inpari 33 setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan.

“Provitas tinggi dari varietas tersebut dan ketahanan terhadap OPT menjadikan disukai oleh petani, disamping itu citarasa nasinya yang pulen sesuai preferensi konsumen membuatnya diterima masyarakat secara luas” tutur Beliau mengakhiri percakapan telepon siang ini.

Ditempat terpisah Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Priatna Sasmita juga menyampaikan bahwa padi varietas Inpari 32 dan Inpari 33 saat ini banyak ditanam oleh petani sebagai pengganti dari varietas Ciherang dan Mekongga. Keduanya lebih tahan terhadap serangan OPT, tidak seperti varetas Ciherang yang sudah mulai rentan.

“perlahan tapi pasti, Inpari 32 dan Inpari 33 mulai menggeser varietas Ciherang, petani sudah merasakan kelebihan dari kedua varietas tersebut, lebih tahan terhadap OPT dan umur panen lebih pendek dan rata-rata hasilnya 6-8 t/ha” tutupnya.

Sebuah harapan baru dari varietas unggul Inpari 32 dan Inpari 33 yang merupakan hasil karya anak Bangsa Badan Litbang Pertanian untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat Indonesia. (Bahar)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "PETANI DI TASIKMALAYA MENYAMBUT BAIK PROGRAM KUR DARI PEMERINTAH"