PRODUKSI NANAS DI SUBANG ALAMI PENINGKATAN WALAU ADA PANDEMI CORONA

banner 160x600
banner 468x60
nanas subang 1

Efrizal Ali Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Maju dan Pak Yono (baju merah petani dari Garut) di Kebun Nanas Kabupaten Subang, Senin (20/7/2020)(foto Bahar Jakarta News)

JAKARTANEWSon- Subang, Pertanaman dan produksi nanas yang dikelola petani di subang makin berkembang dan lahan pertanian nanas makin luas. Saat ini sudah ada 5 kecamatan. Data yang ada, luas lahan perkebunan nanas di Kabupaten Subang mencapai kurang lebih 3 rb hektare lebih dan terluas ada di Kecamatan Cagak. Demikian disampaikan Efrizal Ali Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Maju dan Ketua koperasi singgalang sari maju, saat wawancara dengan media di Kecamatan Cagak Kapupaten Subang, Senin (20/7/2020).

Menurut Rizal, di koperasi produsen singgalang sari maju, unit usahanya ada 4, budidaya , perdagangan olahan, pupuk dan simpan pinjam., kalau simpan pinjam itu mau kami tutup karena resikonya terlalu besar. Jumlah anggota dalam koperasi ini ada 60 orang dan luas lahan yang kami kelola 70 hektare, yang harus dibangun saat ini dipertanaman nanas adalah karakter, karena selama ini yang ada sistem ijon.

Untuk pemasaran nanas saat ini kata Rizal, penjualannya ke pabrik. Sudah ada kontrak dengan salah satu pabrik dengan kapasitas 500 ton per tahun. Yang dibeli nanas tidak matang untuk olahan produksi. Kontraknya saat ini sebesar 1500 ton per tahun. Untuk pemasarannya banyak permintaan ekspor dan super market dan mensuplyai ke pasar-pasar dan pengiriman ke Surabaya namun dengan adanya covid virus corona ini kami jadi babak belur dan sepi penjualan pada bulan februari, maret dan april harga anjlok akibat dampak covid corona.

nanas 7

"Tapi kami tidak mau espose seperti petani cabai, harga murah cabei dilempar ke jalan. Terkait pangsa ekspor, Rizal mengatakan, untuk maju ke ekspor tidak gampang harus memenuhi kreteria pasca panen dan SOP budidayanya harus jelas dan tingkat kematangan nanasnya. Kalau ekspor harus punya teknologinya. Inilah kesulitan yang kami hadapi saat ini belum ada pendampingan untuk hal itu dari kementerian, terkait," tutur Rizal.

Rizal juga mengungkapkan uneg-unegnya, kami mohon dari Ditjen Hortikultura kementan kami sebagai petani nanas subang jangan hanya dijadikan akuan sentra nanas, tolong kami beri arahan dan bimbingan hulu dan hilirisasi itu harus diberi ,contoh dibudidaya yang dibutuhkan petani di subang adalah sektor hilirisasinya kami butuh alat-alatnya yang tak pernah ada, kemana alat-alat itu ," ungkapnya.

Rizal juga menjelaskan kedepan tahun 2021 ada program dari Ditjen Hortikultura Kementan terkait Koorporasi. Kami akan dimasukkan dalam program Koorporasi, Ia juga mengatakan, nanas itu potensi ekonomi yang bagus tapi yang kurang itu hilirisasinya,

"Contonya nanas dijadikan kripik dikemeterian kan ada pengembangan budidaya pengembangan untuk olahan dan pemasaran, Petani sangat berharap adanya support dari pemerintah Kementerian Pertanian, khususnya untuk pengadaan alat alat pengolahan keripik nanas, namun disertai harapan agar hal ini betul-betul jatuh ke tangan para petani tepat sasaran, sehingga kami sebagai petani nanas bisa merasakan manfaat program bantuan itu," katanya.  (Bahar)

 

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "PRODUKSI NANAS DI SUBANG ALAMI PENINGKATAN WALAU ADA PANDEMI CORONA"