PROGRAM SERASI KEMENTAN DI KABUPATEN SIDRAP SULSEL SANGAT MEMBANTU PETANI MENINGKATKAN PRODUKSI PADI

banner 160x600
banner 468x60
foto bahar

Pompanisasi pengairan sawan Program SERASI oleh Ditjen PSP Kementan di Kabupaten Sidrap Sulsel (foto Bahar By Jakarta News)

JAKARTANEWSon- Sidrap Sulsel, Adanya program SERASI,(Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) dari Kementerian Pertanian (Ditjen PSP) sangat membantu petani Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). pasalnya,  telah membantu dalam hal mengairi sawah-sawah petani sekaligus menyelamatkan hampir 5 ribu hektar lahan pertanaman padi yang terancam gagal panen karena kekeringan. Lahan disini total luasan pertanaman padi berkisar 550.000 hektar. Demikian disampaikan Suriyanto, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) & PPK Kabupaten Sidrap dalam wawancara khusus dengan tim wartawan di area perkantoran bupati Sidrap Sulsel, Kamis pagi (28/11/2019).

Menurut Suriyanto,semangat menanam padi oleh petani di Kabupaten Sidrap sangat luar biasa, bisa sampai lima kali tanam padi sampai panen lantaran sering dilanda banjir. Walaupun sering gagal panen tapi, tetap terus menanam padi," katanya. Seraya menambahkan para petani di Kabupaten Sidrap menanam padi jenis Inpari dan Ciherang, karena produksinya bagus.

Suriyanto juga mengungkapkan, Kehadiran pilot proyek “Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani” (SERASI) di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan secara langsung telah memberikan manfaat bagi masyarakat petani padi setempat yakni para petani bisa panen 3 ton- 4 ton per hektar,"ungkapnya.

“Padahal sebelum ada program SERASI lahan sawah di atas areal tanah rawa yang sering kekeringan pada musim kemarau, dan kebanjiran pada saat datang musim hujan ini hanya mampu panen 2 ton per hektar.Itu pun kalau bisa dipanen,” tuturnya.

Menurut Suriyanto,para petani di Sidrap ini khusunya di areal kawasan Danau Sidenreng dan Danau Tempe ada kesepakatan pada bulan kesembilan saluran irigasi ditutup. Namun, dengan adanya pilot proyek SERASI yang hampir berjalan satu tahun ini sangat membantu para petani dalam hal mendapatkan aliran air dari pompanisasi yang disiapkan pada program SERASI Kementan melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).Suriyanto mengaku pada waktu dimulai sosialisasi program SERASI banyak petani yang pesimis dan bertanya tanya apa betul program SERASI ini bisa membantu petani dalam hal pengairan sawah mereka?.

“Petani minta bukti dulu, dan pada saat Ditjen PSP Kementerian Pertanian saluran irigasi sekunder, para petani akhirnya baru percaya,” ucapnya.

foto bhr

Suriyanto, Kabid PSP & PPK  Kabupaten Sidrap juga mengatakan, program SERASI ini sangat bermanfaat bagi para petani, meskipun bertahun tahun mengalami bencana banjir-bahkan sampai satu bulan- akibat meluapnya Danau Tempe dan Danau Sidenreng.

“Paling dibutuhkan para petani saat air banjir surut mereka ingin langsung tanam.Kurang lebih 1000 hektar areal sawah yang bisa diselamatkan.Sehingga dengan adanya program SERASI petani sudah bisa memompa air dan petani sudah bisa panen maksimal,” ujarnya seraya menambahkan lagi bahwa tujuan utama program SERASI adalah meningkatkan produksi, serta menaikkan kualitas Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.

Menjawab pertanyaan tim wartawan mengenai dana/anggaran SERASI di Kabupaten Sidrap, Suriyanto menjelaskan  biaya sebesar Rp 4,3 juta/ha.Namun,  semua ini disesuaikan dengan kebutuhan petani.

“Kami tak memaksa petani untuk menghabiskan dana Rp 4,3 juta per hektar di area tersebut.Terserah petani untuk mengelola dana ini, bisa untuk pengadaan pompa, pengadaan pipa galian,  dan gorong-gorong.Namun, saya sampaikan juga kepada konsultan agar jangan melebihi Rp 4,3 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Saharuddin, Ketua Gapoktan saat diwawancara Media Jakarta News, RRI Jakarta, Berita raya Online jakarta dan Koran Harian Rakyat Sulsel grup dari Jawa Pos Harian Fajar Makassar yang tergabung dalam tim wartawan di Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan mengakui. Sebelum ada program SERASI ini, para petani tak bisa panen padi lantaran mengalami keekeringan pada musim kemarau, dan kebanjiran pada musim penghujan.

“Sekarang petani sudah bisa panen karena adanya program SERASI ini. Di sini ada areal tanaman padi Ciherang  seluas 300 hektar sampai 400 hektar.Kami sangat terbantu adanya program SERASI ini.Apalagi bila nanti datang bantuan pompa dari program SERASI ini.Dulu panen hanya 1 ton sampai 2 ton per hektar, sekarang bisa panen 4 ton sampai 5 ton per hektar karena adanya program SERASI ini,” tutur Saharuddin. (Bahar)

 

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "PROGRAM SERASI KEMENTAN DI KABUPATEN SIDRAP SULSEL SANGAT MEMBANTU PETANI MENINGKATKAN PRODUKSI PADI"