SEKTOR PERTANIAN DAN EKSPOR DITENGAH KONDISI NEW NORMAL DI SUMEDANG BERJALAN NORMAL SEPERTI BIASA

banner 160x600
banner 468x60
kadis sumedang

Kadistan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, H, Amin, saat diwawancarai Media di ruangan kerjanya, Jumat siang (24/6/2020) di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sumedang (foto Bahar)

JAKARTANEWSon- Sumedang, Sektor pertanian di Kabupaten Sumedang utamnya produksi pertanian dan ekspor komoditas pertanian Sumedang Jawa Barat tidak terpengaruh dan  berjalan normal seperti biasa saat situasi New Normal pandemi Covid-19 yang diberlakukan pemerintah pusat. Petani di sumedang tetap melakukan rutinitas tanam setiap hari. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, H, Amin, saat diwawancarai Media di ruangan kerjanya, Jumat (24/6/2020) di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sumedang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, H, Amin, Komoditas ekspor di Kabupaten Sumedang yang saat ini rutin dilakukan tiap minggu adalah ubi jalar dengan tujuan ekspor malaysia, Honkong dengan total ekspor per minggunya sebesar 10 ton," kata Amin.

Disamping ekspor ubi jalar dan buah mangga yang rutin dilakukan di Sumedang ini, komoditas kopi juga saat ini sedang di jajaki pelaksanaan ekspornya ke negara Turky dan negara Arab lainnya. Tergantung kesiapan para eksportirnya. kalau semua sudah siap, kemungkinan besar akan di lakukan ekspor kopi dalam waktu dekat ini," kata Amin.

H. Amin Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang juga mengungkapkan, yang minus saat ini di Kabupaten Sumedang adalah gula dan produksi kedelai, terkendala di benih dan produktivitasnya kuran menguntungkan. petani tidak mau menanam kedelai di sebabkan pengaruh biaya produksi yang tinggi dan harga yang kurang menguntungkan para petani," ungkapnya.  

Terkait produksi pangan, seperti padi dan jagung di Kabupaten Sumedang saat ini kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, H, Amin, aman dan cukup pada saat kondisi New Normal ini. Padi misalnya, produksi saat ini mencapai 361 ribu ton lebih per tahunnya. Setiap tahun pihaknya menargetkan ada kenaikan minimaL 7 persen produksi," kata Amin.

Lebih lanjut dikatakan Amim, selain mengawal produksi pangan, pihaknya akan terus ikut serta dalam mendorong dan mendampingi petani untuk melakukan percepatan olah tanah. Sehingga, Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sumedang bisa mencapai target yang diinginkan.Utamanya dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan," tutur Amin.

Pada kesempatan yang berbeda, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, pandemi Covid-19 di masa New Normal ini tidak berpengaruh negatif terhadap petani untuk terus mengelola usaha tani guna menghasilkan bahan pangan.

Dony juga menjelaskan, harga gabah pun tetap stabil. Di tingkat petani, harga rata-rata gabah kering panen saat ini Rp 5.300 per Kg. Selain padi, di bulan Maret, petani di Sumedang juga telah memanen jagung pada areal seluas 6,371 hektar dengan total produksi 44.208 ton,

Menurut Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, selain komoditas utama padi dan jagung, di wilayah sentra sayuran.Para petani Sumedang,pada bulan Maret telah memanen sayurannya dengan hasil maksimal.

Dony juga menambahkan, untuk terus menunjang sektor pertanian di Kabupaten Sumedang, pemerintah telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 100 ton untuk areal sawah seluas 4.000 hektar.

Selain itu, Pemkab Sumedang juga menyalurkan bantuan benih jagung hybrid sebanyak 69 ton. Bantuan benih ini untuk masa tanam pada bulan April ini, dengan areal lahan mencapai 4.600 hektar," kata Bupati Dony.  (Bahar)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "SEKTOR PERTANIAN DAN EKSPOR DITENGAH KONDISI NEW NORMAL DI SUMEDANG BERJALAN NORMAL SEPERTI BIASA"