HUBUNGAN MILITER AMERIKA SERIKAT DAN KOREA UTARA KURANG KONDUSIF

banner 160x600
banner 468x60

us-korean-drill

JAKARTANEWSon-Pasukan Militer Amerika Serikat mulai memindahkan sistem pertahanan antirudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang kontroversial ke Korea Selatan (Korsel) di tengah memuncaknya ketegangan mengenai program rudal dan nuklir Korea Utara (Korut),  Rabu (26/4/2017).

Kementrian Pertahanan Korsel mengatakan beberapa elemen sistem Pertahanan Ketinggian THAAD dipindahkan ke lokasi lapangan golf di daerah Seongju di wilayah selatan negara tersebut, dilansir dari media Reuters

Washington dan Pyongyang dalam pekan terakhir gencar-gencarnya menekan satu sama lain. AS mengirim kapal induk dan kapal selam nuklir ke ke semenanjung Korea, sementara Korut, mencoba akan peluncuran rudal lebih banyak meski harus menuai sanksi UN

Korut mengatakan Rabu, bahwa pemimpin Kim Jong Un telah mengawasi latihan "live-fire" terbesar di negara itu untuk memperingati ulang tahun ke-85 militernya, dengan lebih dari 300 senjata artileri bertalibali dengan kekuatan besar yang menunjukkan kekuatan api mereka di Sebuah acara di pesisir timurnya.

Latihan penembakan tersebut dilakuka, bukan sebuah uji coba nuklir atau peluncuran rudal jarak jauh seperti yang dikhawatirkan di tengah tekanan dari AS dan China, satu-satunya sekutu utama yang telah terganggu oleh pengembangan senjata Pyongyang.

Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk menerapkan sistem THAAD sebagai tanggapan atas ancaman peluncuran rudal Korut. Namun sayang, langkah tersebut membuat marah China, yang mengatakan sistem yang canggih dapat menghalangi Korut, tapi mengganggu keseimbangan keamanan regional.  (*/wasih)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "HUBUNGAN MILITER AMERIKA SERIKAT DAN KOREA UTARA KURANG KONDUSIF"