KEMENTAN GELAR OPERASI PASAR TELUR MURAH DI PASAR TEBET JAKARTA, HARGA BERANGSUR TURUN

banner 160x600
banner 468x60

 

Jpeg

Mentan Amran didampingi Kepala BKP Agung Hendriadi saat acara Operasi Pasar Telur murah di Pasar Tebet Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019) (Foto Bahar By Jakarta News)

JAKARTANEWSon- Sebelum Memasuki bulan puasa Ramadhan tahun ini, diberitakan bahwa Pasar Tebet Barat dan Pasar Palmerah adalah dua dari tujuh pasar tradisional yang mengalami lonjakan harga telur ayam ras, setelah BKP Kementan melakukan survei harga pada tiga hari menjelang Ramadan, dari 40 pasar di seluruh DKI Jakarta.

Pasar tradisional dimaksud adalah Palmerah, Glodok dan Pluit di Jakarta Barat; PetojoIlir dan Tebet Barat di Jakarta Selatan; dan Pulogadung di Jakarta Timur.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman yang didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi lansung mengelontorkan telur ayam ras pada 7 pasar di DKI Jakarta. Setiap pasar digelontorkan 7 ton telur dan dampaknya di berbagai pasar di DKI Jakarta, harga telur ayam mulai mengalami penurunan harga dari Rp 26 ribu per kg turun ke harga Rp 23 ribu per kg pada bulan puasa Ramadhan ini. Diharapkan harga akan stabil seterusnya.

ia juga mengatakan, lonjakan harga telur ayam ras sebelumnya mencapai Rp 26 ribu per kg di tujuh pasar tradisional di DKI Jakarta, padahal stok di tingkat peternak maupun di pasaran berlimpah, sehingga hal itu mendorongnya melakukan operasi pasar di bawah koordinasi dan kendali Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI (BKP Kementan). saat ini harga telur mulai berangsur turun ke harga Rp 23 ribu per kg.

"Stok telur ayam ras saat ini berlimpah di tingkat peternak maupun pasar, tapi justru harga di tingkat pengecer menjadi mahal. Mestinya Rp 23.000 karena di tingkat peternak Rp 22.000, tapi di pasaran melonjak ke Rp26.000 per kg," kata Mentan Amran Sulaiman kepada pers saat meninjau OP telur ayam ras di Pasar Tebet Barat Jakarta Selatan bersama Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi pada Rabu pagi (8/5/2019).

Mentan juga mengatakan, Pemerintah RI mengharapkan harga telur ayam sesuai harga eceran tertinggi (HET), berkisar Rp22.000 hingga Rp 23.000 per kg. Sementara di tujuh pasar tradisional seperti disebut di atas, harganya mencapai Rp26.000 per kg.

"Harga ini harus dijaga karena bisa dinikmati konsumen sekaligus menguntungkan peternak telur sehingga bisa terus berproduksi," kata Mentan Amran.

Pada acara yang ama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi menambahkan, stok telur ayam ras berlimpah namun harga di tingkat pengecer malah melonjak, sehingga BKP Kementan berinisiatif menggelar OP untuk stabilisasi harga, untuk meringankan beban rakyat yang ingin membeli telur dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran mendatang.

Agung juga mengatakan, operasi ini terus berjalan sampai harga telur ayam stabil sesuai yang diharapkan pemerintah, produsen, pengusaha, dan konsumen," kata Mentan.

Dia menambahkan, kegiatan OP telur ayam ras murah akan digelar sepanjang Ramadan pada sejumlah pasar tradisional yang harga telurnya di atas Rp23.000 per kg.

Agung Hendriadi juga memastikan BKP Kementan terus memantau fluktuasi harga telur ayam ras maupun bahan pangan pokok lainnya selama Ramadan hingga Hari Raya ?Idul Fitri 1440 H.

Pemerintah dalam hal ini Kementan kata Agung, akan terus mendukung operasi pasar bahan pangan pokok untuk memastikan konsumen tidak terbebani dengan lonjakan harga selama bulan puasa ini sampai hari raya lebaran nanti. (Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KEMENTAN GELAR OPERASI PASAR TELUR MURAH DI PASAR TEBET JAKARTA, HARGA BERANGSUR TURUN"