KEMENTAN LAUNCHING BAHAN BAKAR MASA DEPAN DENGAN NAMA B100

banner 160x600
banner 468x60
bbn

Mentan didampingi Kabalitbangtan saat launching BBN B100 di Halaman Kantor Kementan, Senin (15/4/2019)(*)

JAKARTANEWSon- Hari ini kita launching bahan bakar masa depan dengan nama B100, bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit BBN B100 ini akan menjadi era baru energi Indonesia. dengan harapan BBN B100 menjadi bahan bakar masa depan Indonesia. Demikian disampaikan Mentan Amran Sulaiman pada acara launching uji coba perdana BBN B 100 di halaman Kementerian Pertanian kawasan Ragunan jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Menurut Mentan Amran, B 100 ini merupakan yang pertama di Indonesia dam dunia. Dengan terbatasnya energi fosil, adanya B100 menjadi energi baru dan terbarukan yang berbahan baku CPO.
 
Mentan Amran juga mengatakan, dengan potensi produksi minyak sawit (crude palm oil/CPO) di Indonesia yang mencapai 46 juta ton, maka pengembangan bahan bakar B100 potensinya luar biasa. Apalagi selama ini Indonesia mengekspor CPO sebanyak 34 juta ton.  “Jika 2-3 tahun lalu, kita masih B10, kemudian B15 dan B 20, kita coba langsung B100,” katanya.

Ia juga menjelaskan, hitung-hitungannya jika selama ini kebutuhan BBM solar dari impor sebanyak 16 juta ton/tahun, dan 6 juta ton sudah dipenuhi dari B20, maka ke depan diharapkan dapat penuhi seluruh kebutuhan solar dari B 100. “Artinya kita bisa mengurangi impor solar sebanyak 16 juta ton/tahun yang nilainya mencapai Rp 150 triliun. Jadi kita bisa menghemat devisa negara,” jelas Mentan.

"Untuk bisa sepenuhnya mengganti solar dengan B100, Mentan Amran mengungkapkan, dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal yakni 2 tahun terakhir sudah diujicobakan penggunaan B100 untuk 10 kendaraan operasional Kementerian Pertanian.

Saat uji coba lanjut Mentan Amran, hasilnya kendaraan tersebut mampu mencapai jarak 6.000 KM tanpa gangguan mesin. Pada uji coba tahap selanjutnya akan dilakukan pada 50 kendaraan dinas Kementerian Pertanian dan alat mesin pertanian, baik traktor roda 2 maupun roda 4. "Saya minta kendaraan pejabat eselon 1 hingga 4 menggunakan B100, termasuk mobil jemputan," katanya.

Hasil dari Untuk uji coba pengunaan BBN B100 ini, pihaknya akan terus mengamati perkembangan secara bertahap. Mungkin yang harus diperhatikan adalah karet-karet pada mesin yang perlu diantisipasi. Untuk produsen alsintan, ia memminta segera menyesuaikan karet-karet mesin dengan bahan bakar B100.

Pada acara yang sama pagi itu, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Jufry menambahkan, pengembangan bahan bakar nabati (BBN) sudah dilakukan sejak 2009 dengan 21 komoditas. Diantaranya, kemiri sunan, jarak pagar dan sawit yang kini menghasilkan B100. “Saat ini sudah ada 3 paten biofuel yang kita miliki, termasuk alat-alatnya,” ujarnya

Kabalitbangtan Fadjry Jufry juga mengatakan, Untuk produk B100 ini sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).  Namun pihaknya akan melihat lebih lanjut dampak penggunaan B100 terhadap mesin kendaraan. “Dari hasil uji coba sementara, kendaraan yang menggunakan B100 lebih irit. Per 1 liter B100 mampu mencapai 13,1 KM, sedangkan solar hanya 9,6 KM, berarti masyarakat yang menggunakan BBN B100 ini bisa menghemat pengeluaran uangnya dibanding mengunakan solar," katanya. (Bhr)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KEMENTAN LAUNCHING BAHAN BAKAR MASA DEPAN DENGAN NAMA B100"