KPK DIMINTA SEGERA TERBITKAN SURAT PERINTAH DIMULAINYA PENYIDIKAN BARU SETYA NOVANTO

banner 160x600
banner 468x60

JAKARTANEWSon- Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, meminta KPK segera menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) baru untuk memproses Setya Novanto. Menurut Bambang, putusan Hakim Tunggal Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan hanya sekadar mempertimbangkan SOP KPK dalam menetapkan Novanto sebagai tersangka, bukan memutuskan Novanto tidak terlibat korupsi e-KTP.

"Yang paling penting dia (Hakim Cepi) tidak memberi putusan atas kasus Novanto, yang secara material telah dibuktikan sebagian keterangannya itu di pengadilan. Dimana Irman dan Sugiharto telah bersalah dan dalam dakwaan disebutkan itu dilakukan bersama-sama Setya Novanto," kata Bambang.

Hal itu diungkapkan dia dalam diskusi 'Darurat Korupsi dan Polemik Pansus KPK' di aula gedung Dharma Sevanam, Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/9/2017).

"Yang kemarin diputuskan (di sidang praperadilan) dan bisa diperdebatkan adalah proses pemeriksaannya (Novanto di KPK hingga ditetapkan sebagai tersangka). Jadi Novanto itu dalam sidang putusan Irman dan Sugiharto sudah dapat dibuktikan bekerja sama melakukan kejahatan. Itu sebabnya mudah-mudahan pembuatan sprindik baru (Novanto) tidak berminggu-minggu," sambung Bambang.

Bambang menilai kasus korupsi e-KTP menjadi polemik yang luar biasa karena masuk dalam kualifikasi kejahatan korupsi yang sempurna. Dalam perkara e-KTP, Bambang menyebut kekuatan oligarki, stakecapture, dan politik kartel bersatu.

"Coba perhatikan kasus e-KTP adalah kasus kejahatan korupsi yang paling-paling sempurna yang dilakukan kekuatan oligarki, stakecapture, dan politik kartel," sebut Bambang.

Dia pun menyinggung sepak terjang Pansus Hak Angket KPK di DPR, yang menurutnya ditunggangi kepentingan orang-orang yang terlibat kasus e-KTP dan sengaja ingin menghancurkan KPK.

"Bagaimana mungkin lembaga yang mewakili kepentingan rakyat, yang rakyatnya menginginkan pemberantasan korupsi, kemudian menjegal dan membawa KPK pada sakaratul mautnya," imbuh Bambang.

Bambang melihat ada beberapa strategi yang sedang dilakukan untuk menghancurkan lembaga antirasuah tersebut. Pertama adalah wacana Panitia Kerja RUU KUHP yang melontarkan pernyataan korupsi tak masuk kualifikasi kejahatan luar biasa.

"Hari ini sedang ada revisi undang-undang KUHP bahwa korupsi tidak lagi menjadi tidak pidana korupsi yang bersifat extraordinary. Yang mau dihancurkan adalah kebijakan, korupsi yang dikualifikasi sebagai extraordinary crime mau dijadikan ordinary crime," ujar Bambang.

Selanjutnya adalah dibentuknya Pansus Hak Angket KPK oleh DPR yang menurut Bambang, bertujuan menghancurkan kredibilitas KPK di mata masyarakat.

"Pansus angket itu adalah satu upaya yang akan mendelegitimasi kredibilitas KPK, yang dihabisi itu integritas dan kredibilitas (KPK)-nya. Dengan menghancurkan integritas dan kredibilitas, dia ingin memisahkan trust publik pada KPK," tandas Bambang.

Masih kata Bambang, pelemahan KPK juga dilakukan dengan menyebarkan ketakutan pada orang-orang yang antikorupsi, mulai dari penyidik hingga pendukung KPK.

"Lalu yang dihancurkan ikon-ikon di KPK, 'Kalau lu macam-macam, gua akan Novel-kan elu', artinya akan menyerang siapa pun yang berpotensi melakukan akselerasi pemberantasan korupsi. Celakanya lagi, teman-temannya KPK mulai dihabisi," ucap Bambang.

"Yang sedang diskusi mempersoalkan lembaga-lembaga yang tidak sungguh-sungguh memberantas korupsi, itu dihabisi. Ini yang disebut menyebar atmosfer of fears," lanjut Bambang.

Terakhir, Bambang menyebut media massa yang kerap memberitakan KPK, turut menjadi sasaran, "KPK tidak akan ada dan mampu mendapat cinta dari publik kalau tidak ada media. Sekarang media jadi target untuk dihabisin juga." ujarnya menandaskan.  (aud/nif/rai)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KPK DIMINTA SEGERA TERBITKAN SURAT PERINTAH DIMULAINYA PENYIDIKAN BARU SETYA NOVANTO"