KEMENTAN PERKUAT JEJARING LAB KARANTINA GUNA MENDORONG EKSPOR

banner 160x600
banner 468x60
Screenshot_2019-02-22-11-04-02_1
 
JAKARTANEWSon- Bogor, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus lakukan berbagai upaya dalam mendorong ekspor pertanian, salah satunya dengan memperkuat jejaring laboratorium perkarantinaan. "Peran dan fungsi laboratorium karantina sangat penting dan strategis dalam peningkatan pengawasan lalulintas media pembawa," kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat memberi arahan kepada peserta Temu Teknis Jejaring Kerja dan Harmonisasi Metode Uji Laboratorium di Bogor (21/2/2019).
 
Jamil menambahkan bahwa hasil uji yang  diakui oleh negara tujuan ekspor merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam rangka mendorong ekspor produk pertanian. Era dagang global yang terbuka memungkinkan Indonesia mengirimkan produk pertanian ke berbagai negara tujuan ekspor sepanjang memenuhi persyaratan Sanitary and Phyosanitary (SPS). 
 
Barantan sebagai lembaga otoritas perkarantinaan di Indonesia akan memberikan jaminan kesehatan dan keamanan bagi produk ekspor pertanian sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor. "Hasil uji yang diakui dunia, membuat produk pertanian kita diterima di negara-negara tujuan ekspor," ujarnya.
 
Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) yang merupakan unit kerja Barantan telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium yang mengacu pada SNI ISO 17025 : 2017. Sistem yang telah berlaku diseluruh laboratorium pengujian di dunia. 
 
Lebih jauh, Jamil mengungkapkan bahwa peran laboratorium merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan tindakan karantina khususnya pemeriksaan. Peranan penting tersebut harus didukung oleh adanya peningkatan kompetensi personil laboratorium yang profesional dan berintegritas.
 
“Jejaring kerja laboratorium penting dan dibutuhkan untuk memperkuat kerjasama laboratorium lingkup Barantan, termasuk jejaring kerja dengan laboratorium di tingkat internasional. Peningkatan kinerja laboratorium, kompetensi personil, dukungan fasilitas dan penyiapan protokol atau SOP wajib dilakukan karena karantina sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK ke dalam wilayah NKRI” pungkas Jamil. 
 
Turut pada kegiatan tersebut Dr. Wahyu Purbowasito, Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal, Badan Standardisasi Nasional, Fajarina Budiantari, ST., M.Si., dari Direktorat Akreditasi Laboratorium, KAN, drh. Surachmi Setyaningsih, Ph.D., dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Iman Hidayat, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan drh. Sriyanto, M.si., Ph.D., Kepala BBUSKP. 
 
"Tingkatkan terus kompetensi Saudara, hantarkan produk pertanian kita ke seluruh manca negara," tutup Jamil.  (Bhr)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "KEMENTAN PERKUAT JEJARING LAB KARANTINA GUNA MENDORONG EKSPOR"