BADAN KARANTINA PERTANIAN KEMENTAN SIAP CEGAH MASUKNYA VIRUS FLU BABI (ASF) DI MANADO

banner 160x600
banner 468x60
manado

Barantan Kementan adakan acara Sosialisasi dan FGD Simulasi Introduksi ASF di Swiss-Belhotel Maleosan Manado Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (19/11/2019).

JAKARTANEWSon- Manado, Sehubungan dengan terjadinya wabah ASF (african Swine Fever) atau sering disebut virus Flu babi yang masuk ke Indonesia seperti yang terjadi di Medan Sumatera Utara yang mengakibatkan banyak binatang ternak babi mati, maka Badan karantina Pertanian kementan mengadakan sosialisasi sekaligus membuka forum  Diskusi dengan pihak terkait, Pemprov dan Pemda dan masyarakat se Kota Manado Sulawesi Utara.

Acara Sosialisasi dan kesiapsiagaan dini mencegah dan masuk dan tersebarnya ASF (african Swine Fever) atau sering disebut flu babi, diselenggarakan oleh Badan Karantina Pertanian Kementan dan disosialisasikan di Balai Besar Karantina Manado. Intinya bagaimana mencegah ASF ini agar tidak meluas penyebarannya masuk ke wilayah Indonesia lainnya terutama di manado sulut. Demikian disampaikan Kepala Badan karantina Pertanian RI yang diwakili Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan hayati Hewani Barantan, drh.Agus Sunanto, MP di acara Sosialisasi dan FGD Simulasi Introduksi ASF di Swiss-Belhotel Maleosan Manado Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (19/11/2019).  

Menurut Agus Sunanto, kita tidak harapkan wabah ini terjadi,seandainya terjadi di Sulut jangan dibiarkan petani itu atau peternak berjalan sendiri, kalau petani bergerak sendiri akan tidak terkontrol. Harusnya pemerintah daerah membuat tim reaksi cepat dalam menangani pencegahan masuknya ASF (african Swine Fever) atau sering disebut virus flu babi ini.

iya juga mengatakan, untuk penanganan dan pencegahan masuknya ASF ke manado haarus melibatkan instansi terkait seperti dinas setempat, BNPB dan pihak terkait lainnya. dan harus disiapkan juga escavator seandainya ada kejadian seperti di medan, agar mudah menguburkan bangkai babi yang mati. Mudah mudahan tidak terjadi di Manado seperti yang terjadi di Medan. Kalau hal ini terjadi kita harus siap mencegah dan mengisolasi supaya tidak ada penyebaran lebih luas lagi.

manado 2

Kapus Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan drh. Agus Sunanto (kiri) bersama kabalai Karantina Pertanian Manado, Ir. Junaidi, MM di Acara FGD di Manado , Selasa (19/11/2019)

Agus Sunanto juga mengatakan, penangan yang utama harus diawasi angkutan utamanya dari angkutan laut dan udara. Untuk pencegahan kita awasi perjalanan alat angkut kapal laut dan udara dari negara-negara yang sedang wabah ASF. Termasuk barang bawaan penumpang terutama yang mengandung babi kita akan tahan dan periksa dan kita musnahkan tidak ada toleransi lagi dengan hal seperti ini. Apalagi daearah Bitung ini dekat dengan negara Pilipina perlu pengawasan ekstra ketat dari semua pihak utamanya dari Badan Karantina sendiri bekerjasama dengan pihak terkait lainnya.

Agus Sunanto juga berharap dengan adanya acara sosialisasi pencegahan wabah ASF ini masyarakat bisa mengetahui secara dini cara pencegahan dan penanganan nya kedepan terkait bahaya wabah virus ASF yang mengakitbatkan kematian pada ternak babi.

"Yang terpenting pada pencegahan masuknya wabah ASF ini kata Agus Sunanto, Semua pelabuhan laut dan udara dikuatkan penjagaannya, kami berharap wabah ASF ini tidak masuk di Manado, suatu keuntungan bagi negara kita kalau kita bisa mencegah masuknya wabah ASF ini, Kita bisa tingkatkan produksi ternak babi kita dan bisa mengisi atau mengekspor babi ke negara yang saat ini kena wabah ASF seperti China. Saat ini negara Cina kekurangan sekitar 50 persen produksi ternak babinya. para eksportir Indonesia bisa memanfaatkan moment ini untuk Ekspor ke negara tersebut.

manado 1

Kepala Balai Karantina Pertanian Kementan Manado Sulut, Ir. Junaidi,MM

Pada acara yang sama Kepala Balai Karantina Pertanian Kementan Manado Sulut, Ir. Junaidi,MM menambahkan, dengan adanya sosialisasi yang diadakan oleh Badan Karantina pertanian, masyarakat di manado merasa terpanggil ikut bersama sama melakukan pencegahan wabah ASF yang sangat meresahkan peternak babi.

Kabalai karantina Manado Ir. Junaidi MMjuga mengungkapkan, populasi ternak babi terbesar kedua di indonesia itu ada di sulut Manado. data dari Dinas Perternakan Sulut  populasi babi di manado ada sekitar 427 ribu ekor lebih, kalau wabah ASF ini masuk ke Sulut bisa membahayakan nasib peternak babi dan membumi hanguskan produksi ternak babi di sulut, kalau harga babi per ekor 3 juta di kalikan populasi babi 427 ribu lebih, maka peternak di Manado akan mengalami kerugian sekita 1,3 Triliun. Meski tak berbahaya bagi manusia, ASF patut diwaspadai. Sebab tingkat kematian ternak 100 persen," ungkapnya.

Penangan wabah ASF kata Junaidi pria asal Makassar sulsel ini, akan dilakukan penjagaan ketat oleh pihak Karantina di pintu pintu masuk dan keluar di Manado utamanya arus barang dari negara endemik wabah ASF dari China. Masyarakat akan diberikan pengarahan terkait penanganan dan pencegahan wabah ASF ini dan berkoordinasi dengan pihak pariwisata dan pihak pihak terkait lainnya untuk langkah pencegahan masuk di daerah-daerah perbatasan Sulut dengan negara Pilipina.    

Menurut Junaidi yang juga kakak kandung Poilitisi kawakan di DPR RI Syarifuddin Sudding, ada 12 pulau di sulut yang berbatasan langsung dengan negara Pilipina yang berisiko tinggi masuknya wabah ASF ini. Harus diperketat pengawasan dan penjagaannya sebab mobilitas arus barang dan manusia di perbatasan itu sangat tinggi, prodak prodak media pembawa virus ASF ini kita lakukan sosialisasi dan pecegahan. Kita layangkan surat ke pemangku pemerintahan terkecil seperti ke Lurah dan Kecamatan dan Bupati. Juga kita surati otoritas penjagaan perbatasan agar memperketat penjagaan. Kita minta semua pihak terkait untuk menghimbau masyarakatnya untuk tidak membawa makanan daging babi segar atau olahan  dari luar masuk ke Sulut. 

Dr Tri Satya Putri Naipospos MPhil PhD Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesmas, Veteriner dan Keselamatan Hewan mengatakan, virus yang ditemukan tahun 1920-an di Afrika itu tidak membahayakan manusia. Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika hanya menyerang hewan babi bukan pada manusia.

"Dia bukan zoonosis, artinya bukan ancaman bagi kesehatan masyarakat, ASF adalah penyakit yang menyerang babi saja. "Oleh karena itu bukan ancaman bagi hewan peliharaan dan ternak," kata Satya.

ASF kini jadi pandemi dunia karena sudah ditemukan di 50 negara. Bahkan tiga perempat negara di Afrika. "Ini sudah menyangkut keamanan pangan. Indonesia patut waspada karena negara-negara tetangga seperti Filipina, Timor Leste dan negara sekitar di Asia seperti China, Korsel dan Jepang telah tertular.

iya juga menbjelaskan, yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan pencegahan cepat dibeberapa daerah sentra peternakan babi di Indonesia, di antaranya, Sumut, Kalbar, Bali, Papua, Toraja, NTT dan juga Manado Sulut. (Bahar)   

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "BADAN KARANTINA PERTANIAN KEMENTAN SIAP CEGAH MASUKNYA VIRUS FLU BABI (ASF) DI MANADO"