DITJEN PSP KEMENTAN TARGETKAN 500 RIBU HEKTARE LAHAN PERTANIAN PROGRAM SERASI

banner 160x600
banner 468x60
psp 21

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy (Baju Batik) didampingi Sesbadan PSP Mulyadi saat jumpa pers di Kantor Kementan Jakartra Sealatan, Selasa (21/5/2019)

JAKARTANEWSon- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mentargetkan sekaligus menyediakan 500 ribu hektar pembukaan lahan pertanian baru untuk tanam padi program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Demikian disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy dalam jumpa pers di Kantornya Kementerian Pertanian Gedung D (Kementan), Selasa siang  (21/5/2019).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy yang didampingi Sesbadan PSP Mulyadi mengatakan, tujuan program ini dalam rangka meningkatkan indeks pertumbuhan tanaman dan produktivitas padi dengan adanya lahan pertanian yang luas dekat dengan sumber air dari rawa atau waduk dan danau.

Menurut Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy,target program tersebut, di Provinsi Sumsel seluas 220.000 ha, Kalimantan Selatan seluas 148.137 ha, dan Sulawesi Selatan seluas 33.505 ha.

Selain itu kata Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy, program ini akan diadakan di Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Riau, namun lokasinya masih dalam proses pengkajian. Kementerian Pertanian masih mempertimbangkan ketersediaan lahan, kesiapan petani dan kondisi pengairan.

Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy juga menjelaskan, program ini terdiri dari Survei Investigasi dan Desain (SID), rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra dan pasca panen, bantuan sarana produksi (saprodi), dan pengembangan usaha melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).

“Kami juga melaksanakan kegiatan usaha terpadu. Ternaknya ada, ikannya ada, dan hortikulturanya ada. Petani tidak hanya mengandalkan panen padi saja,” tutur Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy.

Lebih jauh Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, kegiatan Program SERASI ini juga melibatkan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD) Angkatan Darat untuk pengerjaan fisik dan pengawasan.Ia menambahkan alasan pelibatan TNI karena salah satu tugasnya adalah menjaga ketahanan pangan. Kalau rakyat kelaparan, dikhawatirkan akan mengganggu keamanan bangsa ini,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, masyarakat kini mampu menanam padi 2-3 kali dalam setahun (Indeks Produktivitas 2-3 kali). Sebagai bentuk keberhasilan optimalisasi program lahan rawa di Telang, Musi Banyuasin, dan Sumatera Selatan. Kita akan genjot terus, realisasi program SERASI ini agar apa yang kita harapkan dapat cepat terealisasi.

Perlu diketahui Saat Program SERASI realisasinya baru mencapai 30.000. Karena mulainya agak terlambat, baru efektif 15 Maret. Selain itu, ada beberapa hambatan lain di lapangan, misalnya ganti rugi petani yang lahannya diolah oleh ekskavator.

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy juga mengatakan, Selain Program SERASI yang dikerjakan, Selama tahun 2015 hingga April 2019, banyak program yang dijalankan Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan). Semuanya difokuskan untuk mendukung pembangunan empat sub sektor komoditas pertanian. Yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Diantaranya Pengembangan dan Pengolahan Air Irigasi, Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Pengembangan Pemanfaatan Lahan Rawa, cetak sawah, pupuk subsidi, dan Asuransi Pertanian.

Menurutnya kegiatan yang telah dilaksanakan Ditjen PSP ini cenderung memberikan dampak pada peningkatan produktivitas dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Sehingga diharapkan mampu memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani.

Selain itu kata Sarwo Edhy, Ditjen PSP juga mendukung pengembangan sistem mekanisasi pertanian melalui kebijakan pengembangan, pengawasan dan kelembagaan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan arah pembangunan pertanian, dan pengembangan pemanfaatan lahan rawa melalui kegiatan optimasi lahan rawa pasang surut.

Dalam Pengembangan dan Pengelolaan Air Irigasi, Ditjen PSP melakukan rehabilitasi jaringan irigasi, irigasi perpompaan serta pengembangan embung/dam parit/long storage.

Di sektor Direktorat Pembiayaan, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) juga menunjukkan progress positif. Pelaksanaan asuransi pertanian dilakukan bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

AUTP menawarkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta (enam juta rupiah) per hektar, dengan masa pertanggungan sampai dengan masa panen (4 bulan), dengan Premi Rp. 180.000/Ha dimana Rp. 36.000 ditanggung petani dan Rp. 144.000 ditanggung pemerintah. Sementara AUTS/K menjamin hewan ternak dengan premi Rp 200.000 per ekor per tahun, dimana Rp 160.000 ditanggung pemerintah dan sisa Rp 40.000 dari swadaya petani dengan ganti rugi yang dibayarkan sebesar Rp 10 juta per ekor jika mati dan Rp. 7 juta per ekor jika hilang.  (Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "DITJEN PSP KEMENTAN TARGETKAN 500 RIBU HEKTARE LAHAN PERTANIAN PROGRAM SERASI"