DUKUNG KEDAULATAN PANGAN, BARANTAN-TNI DAN POLRI KERJASAMA PENGAWASAN DI DAERAH PERBATASAN

banner 160x600
banner 468x60
banun 3

KABARANTAN BANUN HARPINI DIDAMPINGI ARIFIN TASRIF SAAT WAWANCARA DENGAN AWAK MEDIA DI ACARA BOGOR, RABU (6/12/2017) (FOTO BAHAR BY JakartanewsOn)

JAKARTANEWSon- Bogor,  Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berkonsentrasi terhadap pengawasan di zona rawan disebabkan masih maraknya penyelundupan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, gula, bawang merah, rempah dan daging. Jalur rawan lintas batas negara yakni di pantai timur Sumatera, perbatasan darat Kalimatan, Papua dan Nusa Tenggara Timur serta  jalur rawan lainnya.

"Aktifitas ini tentu dapat mengganggu program pembangunan  yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian berupa pencapaian swasembada pangan dan peningkatan produksi komoditas pangan  strategis.Tidak saja karena perdagangan global yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional karena potensi serangan hama penyakit hewan dan tumbuhan dari luar negeri, namun juga gangguan keamanan dan sosial ekonomi melalui ancaman bio terorisme (ancaman negara dari serangan biologis), bio safety (ancamana terhadap keamanan pangan), agro terorisme (ancaman terhadap penyebaran mikroba berbahaya), biosecurity (ancaman flora dan fauna) dan juga ancaman perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan endemis (dilindungi) Indonesia, Kata Kepala Barantan Banun  Harpini saat acara di Kota Bogor Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Menurut Banun, sumber daya manusia dan sarana prasarana Barantan yang tidak sebanding dengan luas wilayah NKRI sehingga pengawasan batas darat dan laut tidak terawasi dengan maksimal.  Ditambah dengan kerawanan dan konflik kepentingan lokal diwilayah perbatasan  menambah masih tingginya angka penyelundupan khususnya komoditas pangan strategis.  Berbatasan darat dengan 3 negara masing-masing Malaysia, PNG dan Timur Leste serta berbatasan laut dengan 9 negara yakni Thailand, India, Malaysia, Singapore, Philipina, Australia, Timor Leste, Republik Palau dan Vietnam, maka kita banyak memiliki pelabuhan rakyat yang berpotensi menjadi pintu keluar masuk negara yang belum dikawal Barantan. Untuk itu penguatan pengawasan dengan didukung operasional Polri dan TNI AL di 4 lokasi masing-masing di pulau Sumatera, Kalimantan, Ternate dan Sulawesi Utara serta Papua menjadi hal yang multak guna menghadang upaya penyelundupan ilegal. Untuk ketahui, pengawasan Barantan di wilayah perbatasan yang saat ini berdasarkan Permentan 44/2014 tentang tempat masuk dan keluar yang telah ditetapkan, khususnya di wilayah perbatasan di kawal oleh 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina untuk 52 pos lintas batas darat dan 35 pos lintas batas laut.

banun 1

Kabarantan Banun juga mengungkapkan,saat ini ruang lingkup kerjasama Barantan masing-masing dengan Polri pada kegiatan pencegahan, pendidikan dan pelatihan tenaga Polisi Khusus, Intelejen dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Sementara dengan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut lingkup kerjasama adalah dalam kegiatan operasional dan pembinaan ketahanan wilayah. Implementasi kerjasama yang sudah dilaksanakan antara lain berupa pembekalan perkarantinaan kepada 4.200 prajurit TNI AD yang bertugas pada satuan petugas pengamanan lintas batas (satgas pemtas), patroli bersama UPT Karantina dan Lanal di beberapa wilayah dan dukungan operasional berupa pengawalan dan pengamanan komoditas pangan strategis di Papua, Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. Hasilnya, sepanjang tahun 2017 berhasil dilakukan operasi bersama oleh Barantan terhadap komoditas strategis antara lain daging, bawang, unggas dan beras yang bekerjasama  masing-masing dengan POLRI :  40 kali total volume tangkapan 92 ton, TNI AD : 11 kali, total volume tangkapan 6 ton dan TNI AL : 10 kali total volume tangkapan 102 ton. Serta kerjasama dibidang penegakan hukum menunjukan peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penyelesaian pelanggaran perkarantinaan di ranah pidana sebanyak 16 kasus yang sudah P21 dibanding tahun 2016 sebanyak 24 kasus P21 dan tahun 2015 sebanyak   11 kasus P21," ungkapannya.

Dalam sambutan di acara evaluasi kerjasama Barantan dengan POLRI dan TNI, Kepala Barantan menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama ini telah memberikan hasil yang positif dalam menekan dan mengurangi upaya pemasukan ilegal komoditas pangan strategis khususnya di zona rawan. Untuk itu, Banun berharap evaluasi kerjasama ini kedepan dapat mengantisipiasi hal-hal yang menjadi hambatan  antara lain peningkatan kemampuan prajurit TNI dan Polri untuk mengenal dan mengakses SIPAKAR (Sistem Panduan Karantina), penegakan hukum terhadap pelaku atau pelanggar hukum, masih terjadi rembesan hasil penyelundupan hingga ke pusat distribusi pangan utama di Jakarta serta perlunya dukungan di tempat rawan seperti di Tanjung Balai Asahan, Aceh, Kepulauan Riau, Sebatik, Skouw dan lain-lain. Kerjasama ini, lanjutnya bertujuan juga untuk memperkuat sinergi dilapangan antara prajurit TNI, Polri dengan petugas Karantina. “Kita ingin mewujudkan Indonesia berdaulat dibidang pangan tentunya harus dijaga dan dikawal oleh seluruh masyarakat dan komponen bangsa” jelas Banun Harpini.

Banun juga meyampaikan,tahun Ini,Barantan dan TNI-Polri Berhasil Sita Ratusan Ton Komoditas Ilegal.Dalam tahun 2017, tiga instansi ini berhasil menggagalkan penyelundupan komoditas strategi dari luar negeri ke dalam negeri. Setidaknya, dalam setahun ini, berhasil mengagalkan penyelundupan sebanyak 40 kali.

“Komoditas strategis yang kami amankan kata Banun adalah,daging, beras, bawang dan unggas.  Dari 40 kali penindakan, kami sita 92 ton,” kata Kepala Barantan, Banun Harpini di di Hotel Sahira, Bogor

Kabarantan Banun harpini juga mengungkapkan, pihaknya juga berhasil menggagalkan penyeludupan bersama TNI AD per Januari hingga November sebanyak 11 kali, dengan volume komoditas sebanyak 6 ton dan terakhir penindakan bersama TNI AL sebanyak 10 kali dengan volume tangkapan 102 ton.

Menurut Kabarantan banun Harpini,hasil dari kerja sama tersebut, Barantan sudah mengatasinya hingga tingkat P21 atau siap disidangkan. Angka ini naik ketimbang tahin 2015 lalu yang hanya mampu menyelesaikan 11 kasus.

Pada acara evaluasi kerjasama Barantan dengan TNI dan POLRI di Hotel Sahira Bogor adalah Asisten Operasi Kapolri, Asisten Teritorial KASAD dan Asisten Operasional KASAL. Secara khusus komoditas pangan strategis yakni padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, bawang merah, bawang putih dan cabe yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian akan terus dikawal oleh Barantan guna mempertahankan mencapai swasembada. Dengan kerja sama dalam mengawal ketahanan pangan yang merupakan isu strategis ini, Banun optimis program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045 akan terwujud. (Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "DUKUNG KEDAULATAN PANGAN, BARANTAN-TNI DAN POLRI KERJASAMA PENGAWASAN DI DAERAH PERBATASAN"