MENTAN SYAHRUL : PETANI SAAT INI SUDAH MASUK ERA DIGITAL BERBASIS TEKNOLOGI MODERN

banner 160x600
banner 468x60
mentan unhas 7 feb

Mentan Syahrul didampingi Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof DR Farida P dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat memberikan Kuliah Umum di Aula Prof Dr Baharuddin Lopa, Universitas Hasanuddin, Makassar Sulsel, Jumat (7/2/2020).

JAKARTANEWSon- Makassar,petani saat ini sudah masuk era digital berbasis teknologi yang modern, transmitter dan frekuensi yang semuanya berbasis teknologi, sehingga kondisi itu harus cepat disesuaikan jika tidak ingin tertinggal. Demikian disampaikan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo didampingi Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof DR Farida Patinttingi dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat memberikan Kuliah Umum di Aula Prof Dr Baharuddin Lopa, Universitas Hasanuddin, Makassar Sulsel, Jumat (7/2/2020).

Mentan Syahrul juga mengatakan, Era ini ada di tanganmu. Era transmiter, frekuensi yang membajak sawah dijari-jari tanganmu dengan 'internet of thinking-mu sebagai dampak dari kemajuan sains dan teknologi," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Mentan Syahrul menjelaskan, petani sudah dapat mengetahui kapan hujan akan turun, karena dapat melihat informasi itu dari internet untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Didepan mahasiswa dan pejabat terkait di kota makassar, Mentan Syahrul mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian sudah memiliki alat Agriculture War Room (AWR) yang sudah diluncurkan bulan lalu yang dapat memetakan dan memberikan informasi terkait potensi lahan pertanian dan faktor-faktor pendukung atau penghambatnya," kata Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini.

Menteri Pertanian H Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa KOMANDAN ini menyebut dirinya 25 tahun bergelut di pemerintahan sebagai birokrat dari kepala desa hingga gubernur, sehingga tahu persoalan sarana produksi (Saprodi) petani di lapangan.

"Saya 25 tahun di pemerintahan dan persoalan petani itu berbeda-beda sesuai dengan masanya, kalau dulu era menggunakan traktor tangan hingga kemudian roda empat untuk menghambur tanah, sekarang tentu beda lagi," katan Syahrul pada Kuliah Umum di Aula Prof Dr Baharuddin Lopa, Universitas Hasanuddin, Makassar.

mentan di unhas

Mentan Syahrul saat memberikan kuliah umumnya di Universitas Hasanuddin Makassar siang itu mengusung tema "Menjadikan hukum perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam mendukung kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional", Mentan sempat menyinggung tentang Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Mentan syahrul juga mengungkapkan, meskipun UU tersebut sudah 10 tahun lebih namun masih banyak yang belum mengetahuinya, padahal itu sangat penting dalam kaitannya negara menjamin hak atas pangan sebagai hak asasi setiap warga negara sehingga negara berkewajiban menjamin kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan.

Lebih jauh Mentan Syahrul mengatakan, pejabat pemerintah daerah tidak boleh serta merta menyetujui pengalihfungsian lahan dengan memberikan rekomendasi atau menandatangani persetujuan, karena akan diancam pidana kurungan 8 tahun," kata Mentan SYL.

Menurut mentan Syahrul, pertanian bukan hanya masa depan, tapi juga martabat suatu bangsa. Oleh karena itu, kita jaga bersama keberlangsungannya. Dan tugas itu berada di pundak adik-adik semua, sebagai penerus.

Pada acara yang sama Dekan FH Unhas, Farida Patittingi menyampaikan bahwa Pemkab/Pemkot menjadi ujung tombak dalam pengendalian alih lahan tersebut dengan menerbitkan Perda tentang Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).

Setidaknya, sampai saat ini sudah ada 67 Kabupaten/ Kota yang sudah menerbitkan Perda tentang Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) dan 221 Kabupaten/Kota yang menetapkan LP2B dalam Perda RTRW dari 416 kabupaten dan 98 kota yang ada di Indonesia. (Bahar)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "MENTAN SYAHRUL : PETANI SAAT INI SUDAH MASUK ERA DIGITAL BERBASIS TEKNOLOGI MODERN"