SETELAH DI DEMO PETERNAK DAN DIDUGA DITJEN PETERNAKAN KEMENTAN BANYAK PERMASALAHAN, MENTAN SYL KUNJUNGI BALAI VETERINER MAROS SULSEL

banner 160x600
banner 468x60
syl ke maros

Mentan SYL didampingi Kabarantan, Ali Jamil dan Dirjen PSP, Sarwo Edhi dan Direktur Bitprop Ditjen PKH Kementan Sugiono saat mengunjungi Balai Veteriner Maros Sulsel

JAKARTANEWSon- Makassar, Setelah di demo oleh peternak Rakyat Nusantara di Kantor Ditjen PKH di kantor Pusat Kementan beberapa waktu lalu, akibat banyaknya permasalahan selama ini yang dinilai oleh peternak rakyat terjadi di Ditjen Petenakan Kesehatan Hewan  (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan)

Peternak Rakyat Mandiri menilai tidak adanya keberpihakan pihak Ditjen Peternakan Kementan kepada peternak kecil akibat anjloknya harga ayam  di pasaran yang membuat peternak kecil semakin susah dan tidak berdaya menjalankan usahanya, yang selalu terjadi berlarut larut tanpa ada solusi dari pihak Ditjen Peternakan Kementrian Pertanian.

Terkait hal itu, mentan SYL langsung mengunjungi Balai Veteriner Maros Sulsel. Dan pihaknya terus berupaya melakukan stabilisasi usaha ayam potong, salah satunya dengan pola kemitraan. Mendorong peternak ayam potong mengikuti kemitraan yang diyakini sudah terbukti menguntungkan bagi peternak.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menilai pola kemitraan usaha ayam potong (broiler) memberikan perlindungan kepada peternak. Melalui kemitraan usaha, peternak mendapatkan jaminan kepastian usaha dan risiko terhadap fluktuasi harga.

"Bahkan dalam kondisi menurunnya harga ayam hidup (livebird/LB) saat ini, pola kemitraan menjadi sandaran peternak mendapatkan penghasilan yang layak," ujar Menteri SYL di sela-sela kunjungannya ke Balai Veteriner Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9/2020).

Dalam kemitraan usaha ayam potong, peternak sebagai pihak plasma mendapatkan jaminan pasokan DOC (Day Old Chicken), pakan ternak, obat vaksin desinfektan (OVD) dan jaminan pemasaran sesuai harga kontrak mengacu perjanjian tertulis dengan perusahaan sebagai pihak inti.

Peternak plasma hanya menyediakan kandang, sarana peralatan dan tenaga kerja untuk memelihara ayam potong sejak DOC sampai panen. Kemudian perusahaan berkewajiban menyerap seluruh hasil panen peternak dalam bentuk ayam hidup/livebird (LB) dengan harga kontrak.

"Bahkan peternak masih mendapatkan tambahan penghasilan berupa insentif atas kinerja pemeliharaan dan bonus pasar jika harga pasar melebihi harga kontrak LB berdasarkan selisih harga dengan besaran sekitar 20% diperhitungkan dengan total ayam terpanen," papar Menteri SYL.

IMG-20200914-WA0019

"Kami mencatat dari 24 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Selatan terdapat 5 kab/kota dengan produksi ayam potong tertinggi yaitu Kota Makassar 16.188 ton (25,21%), Kab. Bone 9.670 ton (15,06%), Kab. Gowa 4.047 ton 6,30%, Kab, Sidrap 3.905 ton (6,08%) dan Kab. Bulukumba 3.786 ton (5,90%)", tambahnya.

Mengacu data Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, saat ini di Provinsi Sulsel diketahui terdapat 1.683 peternak ayam potong yang terdiri dari 967 peternak mandiri, 244 internal (kandang komersial perusahaan) dan 472 kemitraan dengan perusahaan perunggasan terintegrasi (pabrikan).

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menjelaskan program kemitraan ini sesuai dengan Permentan No. 13 Tahun 2017 tentang kemitraan usaha peternakan yaitu kerja sama antar usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab dan ketergantungan. 
 

Peternak yang mengikuti pola kemitraan peternak dengan pabrikan di Sulsel makin banyak. Salah satu peternak ayam potong di Maros, H. Pangeran, mengungkapkan, sudah 10 tahun lebih melakukan kemitraan dengan PT Charoen Pokphand.

Selain di masa pandemi, stabilitas penghasilan dari hasil penjualan juga dirasakan ketika harga ayam sedang turun, atau harga pakan sedang naik. “Kami tidak terlalu memikirkan hal itu, tugas kami adalah memastikan performa terbaik, ayam sehat dan dapat dipanen sesuai target," tutur H. Pangeran. (Bhr)

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "SETELAH DI DEMO PETERNAK DAN DIDUGA DITJEN PETERNAKAN KEMENTAN BANYAK PERMASALAHAN, MENTAN SYL KUNJUNGI BALAI VETERINER MAROS SULSEL"