E-DEMOKRASI, SOLUSI NEGARA AMBURADUL DAN PEMILU AMBURADUL

banner 160x600
banner 468x60
NUR

DR. Nurcahaya Tandang,S.IP.,SH.,MSi, Dosen Lemhannas,Dosen Intelijen Strategis BIN,Pimpinan Kahmi Pusat dan Dewan Pakar ICMI Pusat

JakartanewsON- Menangkap para koruptor, mempidanakan para pencuri dan penggelembung suara pada pemilu tidak menyelesaikan masalah.Hanya akan memenuhi penjara dan bahkan merawat barang bukti seperti mobil mewah sitaan milik Wawan justru merepotkan dan membebani negara.Merawat Lamborghini,Ferrari,Jaguar,Ford dll tidaklah mudah.KPK akan berubah fungsi menjadi "Security"" dan "Sitter" (Penunggu) barang bukti.Bahkan akan menyuburkan bibit-bibit perang saudara mengingat korupsi di Indonesia telah melahirkan pendukung dan musuh. Kedua golongan anak bangsa ini berhadap2an sebagai pihak yang dirugikan dan diuntungkan.

Tangkap Satu,Tumbuh Seribu.Belum ada penelitian yang dapat mendeteksi berapa koruptor lahir setiap hari di Indonesia? Korupsi tidak dapat diselesaikan hanya dengan retorika. Korupsi hanya dapat diselesaikan dengan merombak sistem dan regulasi yang memperkecil atau menutup cela-cela korupsi sebagai abuse of power..

Presiden dan parlemen 2014 harus membuktikan good will dan political will merombaknya.Tidak hanya membohongi rakyat mengclaim dirinya sebagai anti korupsi, memberantas korupsi namun sambil melakukan korupsi karena sistem yang diciptakan memang khusus untuk korupsi. Korupsi yang sistematis dan terorganisir massif.

Merombak Seluruh Sistem

Perombakan seluruh sistem yang terkait dengan pelayan pubik (public service) adalah sebuah keharusan.Tinggalkan jauh-jauh face to face, head to head yang slalu dipenuhi dengan deal-deal busuk dan konspirasi jahat korupsi serta penyimpangan.Terlebih lagi negara yang padat penduduk dan luas wilayahnya seperti Indonesia harus menciptakan sistem pelayanan yang efektif,efisien dan mewujudkan Good Governance (GG) and Clean Government (CG).

Pilar GG dan CG ini Adalah Transparansi, Akuntabilitas Publik dan Partisipasi..Untuk mewujudkannya, hanya dapat melalui sistem digital dalam semua pelayanan publik yang disebut E-Demokrasi (Pemerintahan Rakyat Berbasis Digital)

E-Demokrasi

"Selamat tinggal era demokrasi yg penuh kegelapan, selamat tinggal proses pemilu yg penuh dgn kecurangan akibat perhitugan secara manual!"

ERA INTERNET, dg internet protocol versi 6 (IPV6)  dpt menampung alamat internet sampai 30 milyar address, dgn paduan radio frekuensi identification (RAPID) akan memudahkan segala sesuatu tersambung dengan frekuensi rendah kemudian terunggah  ke internet.

Di 2019 penduduk Indonesia yg tersambung internet bisa 250 jutaan dan 60-70% diantaranya akan aktif di Media sosial :facebook,twitter,blog,web,path,instagram dll. Saat ini saja ada 30 juta remaja (pemilih pemula) aktif di media sosial !

Selamat datang E-demokrasi :

1).E-Voting : proses pemilu menggunakan teknologi informasi (cepat,transparan,tdk curang, partisipasi tinggi karna bisa memilih dimana saja).Salah satunya dapat dilakukan meski bukan orang sekolahan yakni memilih dengan cara cukup menempelkan "sidik jari" akan langsung terekapitulasi secara online sistem di Seluruh Indonesia dan akan terekam oleh seluruh rakyat dan pihak-pihak yang berkepentingan sebagai perwujudan akuntabilitas publik.Tidak seperti sekarang Indonesia penuh sesak dengan perampok dan penyamun suara berkonspirasi antara caleg, penyelenggara dan penggawas pemilu dengan sengaja menghitung berulang kali terhadap obyek yang sama.

Penggelembungan dan pencurian suara dimana-mana.Money Politics: Ada Uang,Ada Suara.Terima Serangan Fajar dan Senja.Mafi fulus mamfus...Pemilu kacau balu,gugat menggugat dst terpampang secara terbuka di mana-mana..Indonesia akhirnya melahirkan generasi wakil-wakil rakyat yang kualat oleh sumpahnya sendiri.Mau.   menegakkan hukum dengan cara-cara melanggar hukum, curang, menjual harga diri, rampok dan pengecut...

2) E-Politik : Politisi berkampanye, bersosialisasi, dan mengedukasi publik  menggunakan media baru/media sosial.Perang opini lewat media, berkampanye dan menggalang pendukung lewat media. Janji H.Prabowo Subianto jika terpilih jadi Presiden akan membebaskan menggratiskan seluruh jaringan penggunaan internet di seluruh wilayah Indonesia.Hal ini diharapkan akan melahirkan Generasi Melek Digital,Melek Cyber, Melek internet, Smart City and Smart Country.

3)E-Parlamen : Banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh anggota parlemen sehingga kerja-kerja legislator harus ditayangkan secara transparan, dimonitor, dipantau  dan diawasi pula oleh publik/konstituennya lewat media, internet serta mengurangi studi banding ke luar negeri dengan melakukan "googling" dan komunikasi via email, twitter, facebook dll

4)E-Budgeting.yakni dengan me- Website-kan seluruh anggaran negara dan daerah di internet. dan Membuat regulasi yang mengharuskan semua  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat diaudit oleh seluruh rakyat.Bukankah seluruh Anggaran Negara dan Anggaran Daerah adalah dana rakyat?. Dengan begitu, rakyat akan dapat mengaudit dana mereka yang dikelola aparatur negara. Rakyat harus berdaulat dan berhak mengetahui sendiri pengunaan dana mereka..H.Prabowo Subianto berkomitmen kuat untuk menutup 40%-50% kebocoran APBN tiap tahun,

Bukan tidak mungkin cara E-Budgeting adalah solusi konkrit niatan tersebut..Kita tidak mau cita-cita luhur tersebut akan terhapus oleh waktu periode 5 tahunan tanpa terbukti karena cara mengatasinya tidak realistis..

5) E-Government : Pemerintahan yg transparan, akuntable dan partisipatif dengan online sistem akan membuat rakyat aman, nyaman dan kenyang.GôöÐ Governance dan Clean Government akan terwujud.Sistem Management Nasional (Sismenas) akan berjalan sesuai prosedur, profesional dan proporsional. Reward and punishment akan seimbang.Semua ini dalam rangka mewujudkan tujuan nasional dan pembangunan nasional yakni Baldhatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur (Masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT Tuhan YME)

6) E-KTP: Dengan E-KTP diiharapkan terwujudnya Single Identity Number. Setiap warga Negara Indonesia (WNI) hanya dapat menggunakan satu KTP dimana saja, untuk kepentingan apa saja dan kapan saja seumur hidup dalam rangka mencegah terjadinya kejahatan antar negara yang terorganisir (Trans National Organize Crime) bersarang di Indonesia dan kejahatan pemilu yang makin massif (DPT,Pencoblosan dll)..

7) E-Medical : Pelayanan kesehatan dengan sistem digital akan memudahkan pelayanan kesehatan dan tidak membeni rakyat seperti yang selalu dijanjikan dalam setiap kampanye pemilihan apa saja.Karena pelayanan yang tidak maksimal akan menimbulkan kematian, pelanggaran HAM, kekerasan negara terhadap rakyatnya..dll

Dengan merombak seluruh sistem pelayanan publik di Indonesia, selain dapat mewujudkan efisiensi, efektifitas, low cost, transparansi, akuntabilitas publik, partisipasi diharapkan pula menjadi metode efektif yang akan memutus rantai suap, deal-deal busuk, korupsi, kolusi berjamaah, KKN dan konspirasi busuk lainnya.

Intinya: E-Demokrasi akan menyelesikan masalah,tanpa masalah.Alasan minimnya aggaran untuk merubah sistem, kultur dan instrumen adalah alasan klasik yang mengada-ada dan mencari justifikasi (alasan pembenar) dan apologi tindakan KKN di negeri ini tanpa mau meyakini bahwa negara Indonesia kaya raya jika para koruptornya Kembali ke jalan yang benar..Where There's A Will,There's A Way.Kalau Bukan Kita Siapa Lagi,Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi.Semoga!.

(DR.Nurcahaya Tandang,S.IP.,SH.,MSi, Dosen Lemhannas, Dosen Intelijen Strategis BIN, Pimpinan Kahmi Pusat dan Dewan Pakar ICMI Pusat serta Penulis Buku dan Ratusan Tulisan)  / ( Drs.M.Hidayat Nahwi Rasul, MSi (Komisioner Komisi Informasi)

 

Bagikan Artikel Ini:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "E-DEMOKRASI, SOLUSI NEGARA AMBURADUL DAN PEMILU AMBURADUL"